Beranda Lahat Masuk Ditanah Adat, Warga Ancam Bakal Stop Aktivitas Tambang

Masuk Ditanah Adat, Warga Ancam Bakal Stop Aktivitas Tambang

Tanggal : Pukul :
406
0
Lahat, Detik Sumsel — Gara-gara tanah adat yaitu tanah Himbe Kemulau, milik tiga desa di Kecamatan Merapi Barat, bakal dijadikan lahan tambang batubara oleh PT. Bara Alam Utama (BAU red). Ratusan masyarakat terdiri dari Desa Ulak Pandan, Desa Lebak Budi dan Desa Negeri Agung, datangi area tambang PT. BAU. Menanyakan dugaan aksi serobot lahan itu.
Dibawah koordinator Wansyah, Kamis (6/9) sekitar pukul 13.30 WIB didampingi aparat kepolisian, ratusan warga ini mengecek langsung ke area Himbe Kemulau. Melihat berapa luas lahan yang telah digusur oleh PT BAU. Usai melakukan pengecekan, masa lantas kembali menuju kantor PT BAU lantaran tidak terima atas aksi sepihak itu.
“Intinya masyarakat desa tidak setuju dengan tindak semena-mena perusahan. Soalnya ini tanah adat, milik semua warga disini, bukan tanah milik perseorangan,” tegas Wansyah.
Menanggapi aspirasi warga, Once perwakilan dari perusahaan menyampaikan, penggarapan lahan di Rimbe Kemulau dikerjakan perusahaan berdasarkan kesepakatan pada tahun 2015. Dimana pihaknya sudah lakukan ganti rugi sebesar Rp 5 Miliar untuk dua dari tiga desa.
“Untuk Desa Ulak Pandan memang belum di cairkan, karena belum ada tim yang menerima dana tersebut,” sampai Once.
Sementara, Mawansyah, selaku koordinator masyarakat Desa Ulak Pandan mengatakan, masalah ini masih belum ada penyelesaian antara masyarakat dengan pihak perusahaan. Pihaknya memberikan tenggat waktu lima hari pada pihak perusahaan, melakukan rapat desa.
“Kita beri waktu lima hari, kalau sampai batas waktu itu belum juga ada kesepakatan, kita akan stop aktivitas tambang,” tegasnya. (heru).

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here