Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Refleksi Mari Isi Sensus Penduduk Online!

Mari Isi Sensus Penduduk Online!

Tanggal : Pukul :
495
0
Mari Isi Sensus Penduduk Online!
Oleh : Rini Tri Hadiyati, S.ST, M.Si

Sejak 15 Februari lalu hingga 31 Maret 2020 nanti, Badan Pusat Statistik (BPS) tengah menyelenggarakan Sensus Penduduk Online (SP Online). Sensus Penduduk memang merupakan tanggung jawab BPS selaku penyelenggara statistik dasar. Hal ini sesuai dengan UU No. 16 tahun 1997 tentang statistik. Tetapi sejatinya Sensus Penduduk ini juga merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memastikan bahwa kita telah tercatat sebagai penduduk Indonesia.


Pentingnya Data

Masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya data. Pembangunan tanpa data mungkin bisa saja dilakukan, tetapi kemungkinan besar akan salah arah bahkan salah kaprah. Apabila diibaratkan sebuah pesawat maka data adalah sistem navigasi yang memandu pesawat setiap waktu agar tidak tersesat dan bisa sampai di tujuan dengan selamat. Tanpa sistem navigasi, pesawat bisa saja tetap mengudara namun sangat berbahaya, bisa-bisa pesawat malah tersasar, tidak sampai ke tujuan yang seharusnya. Data adalah panduan yang sangat penting dalam proses pembangunan, baik pembangunan fisik maupun pembangunan manusia. Pembangunan memang bisa dilihat secara kasat mata tetapi data seolah-olah tidak terlihat, abstrak. Data hanya berupa angka-angka, seolah-olah tak bermakna. Dan memang bisa jadi tak bermakna apabila data itu tidak akurat atau diinterpretasikan dengan tidak benar.

Sebagai sesuatu yang dianggap abstrak tadi, data seringkali dipandang sebelah mata, dianggap sesuatu yang penting gak penting.  Padahal dengan mempertimbangkan data, pembangunan direncanakan lalu diimplementasikan hingga akhirnya dievaluasi dengan menggunakan data pula.

Data tidak turun dari langit. Data diperoleh melalui serangkaian kegiatan yang kompleks, mulai dari perencanaan, pembuatan kuesioner, pengumpulan data, editing coding, tabulasi, analisis hingga tahap diseminasi (penyajian). Data adalah produk yang strategis karena bisa digunakan untuk tujuan tertentu. Oleh karena itulah data harus dikelola oleh sebuah institusi yang independen, yang tidak bisa diintervensi oleh pihak lain. Institusi yang menangani data adalah Badan Pusat Statistik (BPS).

Penyediaan data statistik dasar dilakukan BPS lewat sensus dan survei. Sensus merupakan pendataan yang melibatkan seluruh populasi, sedangkan survei hanya melibatkan sebagian dari populasi (sampel). BPS melakukan 3 (tiga) jenis sensus yaitu Sensus Pertanian (dilakukan pada tahun yang berakhiran angka 3), Sensus Ekonomi (dilakukan pada tahun yang berakhiran angka 6) dan Sensus Penduduk (dilakukan pada tahun yang berakhiran angka 0).  Nah ini artinya Sensus Penduduk kembali dilaksanakan tahun ini. Sensus Penduduk tahun 2020 ini merupakan sensus penduduk yang ke-7.

Baca Juga :   Dukcapil Go Digital: Satu Terobosan dalam Menjamin Hak Dasar Kependudukan

   Ada yang menarik dalam pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 (SP 2020) ini, yaitu metode yang digunakan merupakan metode kombinasi (combined method) antara data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan BPS. Data administrasi dari Kemendagri akan dimanfaatkan sebagai dasar pelaksanaan SP 2020. Metode kombinasi ini merupakan rekomendasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sudah banyak negara lain yang melakukannya. Metode kombinasi digunakan sebagai upaya transisi dari sensus dengan metode tradisional menuju sensus dengan metode berbasis registrasi. Selain itu metode kombinasi ini dilakukan untuk mengakhiri polemik panjang terkait perbedaan data antara Dukcapil dan BPS terkait data jumlah penduduk. Dengan metode kombinasi ini diharapkan akan terwujud satu data kependudukan Indonesia.

Bagaimana cara mencatat penduduk dalam SP 2020 ini? Ada dua cara yang digunakan, yaitu kita dapat berpartisipasi secara mandiri melalui Sensus Penduduk Online (SP Online) dengan mengakses laman yang beralamat di sensus.bps.go.id. SP Online ini dapat kita lakukan mulai 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Sebelum mulai mengisi kuesioner SP Online, ada baiknya kita menyiapkan semua dokumen dan informasi yang dibutuhkan. Dokumen yang kita butuhkan, antara lain: Kartu Keluarga (KK) dan akte nikah/cerai bagi penduduk yang sudah pernah menikah. Selain itu apabila ada anggota keluarga yang berdomisili di tempat lain, kita juga membutuhkan informasi alamatnya.

Selain SP Online, penduduk Indonesia juga akan dicatat melalui Sensus Penduduk Wawancara (SP Wawancara), yang akan dilaksanakan pada 1-31 Juli 2020 mendatang. Petugas sensus akan langsung datang, door to door, untuk mendata penduduk yang belum tercatat.

Selain mengikuti perkembangan teknologi, SP Online sebenarnya dimaksudkan untuk mengakomodir penduduk yang jarang berada di rumah sehingga sulit ditemui petugas sensus nantinya. Selain itu, SP Online juga bersifat fleksibel dalam artian memberi kita keluwesan untuk mengisi kuesioner sensus kapan saja dan dimana saja, sesuai dengan kondisi dan keinginan kita. SP Online juga sifatnya lebih privasi dan praktis. Privasi karena tidak terjadi interaksi langsung dengan petugas dan praktis karena lebih efisien.

Baca Juga :   SDGs Menghilangkan Peran Perempuan Dalam Pandangan Islam

Manfaat Sensus Penduduk

Banyak orang yang bertanya-tanya, apa sebetulnya manfaat Sensus Penduduk? Secara garis besar, Sensus Penduduk akan menghasilkan data dasar kependudukan. Data ini akan berguna sebagai data dasar untuk membuat perencanaan di segala bidang, seperti: pengambilan kebijakan pengendalian jumlah penduduk, penyediaan sarana kesehatan, pendidikan, permukiman, sanitasi, ketenagakerjaan dan masih banyak lagi. Bahkan data dasar kependudukan dari SP 2020 nantinya bukan hanya berguna untuk saat ini saja, namun juga untuk masa yang akan datang lewat proyeksi penduduk dari hasil SP 2020.

Dalam suatu kesempatan, Presiden Joko Widodo sempat melontarkan pernyataan, “Data lebih berharga daripada minyak,” tentu pernyataan ini tidaklah berlebihan. Dengan memiliki data kita dapat melakukan apapun dan mengendalikan keputusan besar yang diambil. Dalam pembangunan, data menjadi modal untuk membuat berbagai kebijakan terkait perencanaan pembangunan. Data juga menjadi alat evaluasi atas berbagai kebijakan yang telah dicanangkan. Data menjadi suatu angka yang mampu mengukur hasil dari aksi yang dilakukan.

Tetapi tentu data yang dimaksud adalah data yang valid dan akurat. Hal yang paling penting untuk menghasilkan data yang valid dan akurat adalah jawaban yang benar dari responden. Artinya data bukan hanya menjadi tugas BPS semata, tetapi juga tugas kita bersama. Ketika mengisi SP Online misalnya, maka kita harus memastikan bahwa data yang kita isikan telah sesuai realita.

Menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya data masih menjadi tantangan paling besar bagi bangsa ini. Kita memang terkadang abai dan tak perduli terhadap segala sesuatu yang rasanya tidak bersentuhan dengan kepentingan kita. Padahal kebijakan yang diambil pemerintah dalam segala bidang berawal dari data yang kita berikan. Artinya jawaban kita menentukan arah dan keberhasilan pembangunan. Jadi tunggu apalagi, luangkan waktu sejenak untuk menjadi bagian dari data yang valid dan akurat demi Indonesia yang lebih baik! Mari mencatat Indonesia!


Penulis : Rini Tri Hadiyati, S.ST, M.Si. Statistisi Ahli Muda

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here