Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Kriminal Makam Akbar Dibongkar, Ditemukan Tanda Kekerasan Ditubuh dan Kepala

Makam Akbar Dibongkar, Ditemukan Tanda Kekerasan Ditubuh dan Kepala

Tanggal : Pukul :
239
0
Suasana pembongkaran makam Muhammad Akbar oleh dokter Forensik rumah sakit Bhayangkara Palembang

Palembang, Detik Sumsel — Karena dicurigai meninggal akibat kekerasan. Polres Ogan Ilir akhirnya membongkar makam Muhammad Akbar (19), mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas) yang meninggal saat mengikuti Pra Diksar di Desa Tanjung Senai, Kecamatan Indralaya , Kabupaten Ogan Ilir (OI) Selasa (22/10).

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik mengatakan pembongkaran makam Muhammad Akbar dilakukan untuk kepentingan penyidikan dengan melakukan outopsi jenazah. Dalam kasus ini Satreskrim Polres Ogan Ilir juga sudah memeriksa saksi sebanyak 19 orang.

“Dari 19 orang yang diperiksa, 17 orang diantaranya 17 mahasiswa universitas Muhammadiyah dan dua orang mahasiswa dari Universitas taman siswa,”katanya.

Selain memeriksa saksi, dikatakan Malik pihaknya masih mengumpulkan alat bukti terkait kematian akbar .

“Kami masih mengumpulkan alat bukti, kalau bukti dan saksi sudah lengkap baru bisa menetapkan tersangka,”jelasnya.

Sementara itu , dokter Forensik rumah sakit Bhayangkara dr Kompol Mansuri SpF mengatakan pembongkaran makam Muhammad Akbar dilakukan untuk melengkapi penyidikan yang dilakukan Polres OI.

” Saat gali kubur tadi tidak banyak yang dilakukan karena jenazah sudah mengalami pembusukan. Dan di pemakaman tadi cukup berair ,” katanya.

Dijelaskan Mansuri dari hasil outopsi ditubuh dan kepalanya pihaknya menemukan tanda – tanda kekerasan.

“Sedangkan hasil pemeriksaan dalam seperti di perut jika ada luka dalam dan mengalami kerusakan . Tadi saat pemeriksaan ditemukan tanda kekerasan benda tumpul di kepala dan dada korban ,” pungkasnya.

Sementara ibu korban, Faseta Astamin (46) yang turut menyaksikan pembongkaran jenazah anaknya mengaku sudah ikhlas dengan kepergian putra sulungnya. Namun ia ingin menuntut keadilan jika anaknya tewas dianiaya. “Kalau memang ada pelaku yang menganiaya anak saya, saya minta di hukum yang setimpal,”tuturnya.(oji)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here