Detik
Ketua Pengadilan Negeri Lahat, Yoga D.A Nugroho SH, saat dibincangi. Foto Heru/DS

Lahat Darurat Narkoba, Perlu Lembaga BNK

Lahat, Detik Sumsel – Ketua Pengadilan Negeri Lahat, Yoga D.A Nugroho SH mengatakan, Lahat saat ini memang sudah darurat narkoba. 70 persen kasus yang ditangani berasal dari tersangka narkoba. Untuk menekan angka tersebut, sudah sepatutnya Lahat memiliki lembaga baru yang fokus mengurus narapidana atau pengguna narkoba.

“Lahat sudah sangat akut narkoba. Persoalan ini tidak cukup selesai oleh penagak hukum, tapi perlu lembaga baru seperti Badan Narkotika Nasional (BNN),” ujar Yoga, Selasa (20/8).

Menurut Yoga, penyelesaian perkara narkoba bukan hanya dengan menangkap para pelaku, dan melakukan pencegahan dengan cara sosialisasi. Namun dibutuhkan juga metode rehabilitasi, sehingga para pesakitan atau pecandu ini bisa lepas dari jerat narkoba.

Baca Juga :   Pertajam Lini Serang, Sriwijaya FC Bidik Dua Pemain Veteran Ini

“Jadi bukan hanya kita sebagai benteng terakhir pemberantasan narkoba. Karena untuk pecandu, pengedar, dan bandar, terapinya beda-beda,” sampainya.

Sementara, Drs Parhan Berzah, selaku Tokoh Masyarakat mengatakan, saat dirinya masih duduk dibangku Wakil Ketua I DPRD Lahat, sudah sering mengusulkan pembentukan BNNK di Lahat. Mengingat Lahat sebelumnya sebagai Kabupaten induk dari Kabupaten Empat Lawang dan Kota Pagaralam, sudah kalah lebih dahulu didirikan BNNK.

“Dulu pernah kita konsultasikan ke pusat, tapi jawabnya Lahat belum masuk urutan prioritas dibentuknya BNN. Ini patut jadi tanda tanya, dan pekerjaan rumah bagi Bupati terpilih, guna pemberantasan narkoba di Lahat,” katanya. (heru)

Baca Juga :   Warga Desa Payalingkung Dihebohkan Penemuan Sosok Mayat Laki-laki
H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Pasal Upah, Pasutri Asal Empat Lawang Dibantai

Lahat, Detik Sumsel — Nasib naas dialami Zakani (55) dan Nur Aini (50) warga Pasar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *