Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Liputan Khusus Kotak Amal Keliling Hingga Sumbangan di Jalan

Kotak Amal Keliling Hingga Sumbangan di Jalan

Tanggal : Pukul :
435
0
Ilustrasi/Grafis: Raam/Detik Sumsel

* Demi Rumah Ibadah Layak

Lipsus, Detik Sumsel- Rumah ibadah yang layak menjadi salah satu hal penting bagi umat beragama. Untuk pembangunannya pun dibutuhkan perizinan khusus. Tentunya, pembangunan rumah ibadah juga membutuhkan dana yang relatif tidak sedikit.

Banyak cara dilakukan warga yang membutuhkan rumah ibadah untuk mendapatkan dana. Di Desa Suka Pindah Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir misalnya, warga meminta bantuan kepada pengendara jalan dengan suka rela.

Ketua Pengurus Masjid An-Nur, Sopian mengatakan, saat ini masjid tersebut sangat membutuhkan uluran tangan orang darmawan.

“Pembangunan masjid ini terkendala oleh materi yang sangat minim oleh karena itu warga melakukan turun ke jalan dengan meminta bantuan kepada pengendara jalan dengan ikhlas,” katanya.

Ia menambahkan, pengumpulan dana tersebut berlangsung tiga hari dan baru terkumpul sangat dikit. “Kegiatan meminta bantuan turun ke jalan ini baru tiga hari dan baru terkumpul Rp 3 juta, nantinya uang tersebut akan kita bangunkan ke masjid ini apa saja yang nantinya kurang,” terangnya.

Di sejumlah daerah tampak masih ada terdapat kotak amal dipinggir jalan untuk bantuan dana pembangunan rumah ibadah.

Hal serupa juga dilakukan sejumlah orang yang mengklaim Pengurus Masjid Al-Muttaqin, Kelurahan Cokro, Kecamatan Kota Kayuagung, OKI yang meminta sumbangan di Jalintim, OKI.

Pantauan di lapangan, sejumlah orang mengais sumbangan di jalanan dengan memasang rambu-rambu tertentu seperti bendera, papan dan drum agar pengendara mengurangi kecepatannya. Saat itulah, petugas menyodorkan kaleng amal kepada para pengendara. Berapapun sumbangan yang diberikan pengendara, petugas menyodorkan kotak sumbangan.

Baca Juga :   Pulang Kampung, Herman Deru Gelar Open House

Bahkan, petugas lain ada yang bersuara lantang menyerukan agar pengguna jalan untuk menyisihkan sebagian uangnya. “Ya, sudah beberapa bulan terakhir kami terjun ke lapangan meminta sumbangan ke jalanan. Berapapun sumbangan tentu kami sangat berterima kasih kepada pengendara,” ujar Jul, salah satu pengurus masjid Al Muttaqin.

Dia mengklaim meminta sumbangan ke jalanan untuk pembangunan masjid yang diperkirakan menelan anggaran ratusan juta rupiah.

Sementara, pengurus Masjid Al I’Mal di Desa Sriwangi Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten OKU Timur meletakkan kotak sumbangan masjid di pinggir jalan dan mengharapkan keikhlasan pengendara memberi sumbangan. Berdasarkan pantauan, kotak sumbangan tersebut di letakan di pinggir jalan dekat Masjid Al I’Mal dan tidak ada orang yang menunggu kotak sumbangan tersebut

Menurut keterangan Muslimin, warga Desa Sriwangi, kotak tersebut untuk mencari sumbangan pembangunan masjid. “Kotak sumbangan yang diletakkan di pinggir jalan ini merupakan bentuk mencari sumbangan pembangunan masjid. Yang sifatnya tidak memaksa. Itu saja tidak di tunggu Terus kadang juga dalam sehari kotak tersebut tidak terisi,” ucapnya.

Ditambahkannya juga kotak sumbangan tersebut baru beberapa bulan ini diletakkan di pinggir jalan. “Baru sekitar enam bulan ini kotak tersebut kami letakan di pinggir jalan untuk membantu pembangunan masjid,” ujarnya.

Baca Juga :   Hotel Adu Promo, Mall Perang Diskon

Kesulitan dana membangun rumah ibadah yang layak rupanya juga terjadi di Kota Palembang. Masjid Nurul Kata, di Jl Lebak Murni Sako Palembang misalnya. Saat didatangi Detik Sumsel di halamannya penuh dengan susunan kayu kerangka masjid.

Masjid tersebut sengaja direnovasi total demi kelayakan menjadi tempat ibadah yang lebih nyaman bagi umat muslim saat menjalankan ibadahnya. “Kalau mau dibilang renovasi tapi ini sebenarnya bongkar total, dengan tahap demi bertahap,” ungkap Ketua Pengurus Masjid Nurul Fata, Sukatma.

Sukatma menjelaskan, berbagai cara dilakukan oleh seluruh pengurus masjid hingga sejumlah masyarakat lainnya yang tinggal di sekitar. “Kalau untuk dananya itu semua dari masyarakat, paling ada juga dari Pak Harno (Wali Kota Palembang) sebanyak Rp 50 juta beserta semen satu sak. Kalau semennya sudah kita gunakan untuk pembangunan saat ini, tetapi kalau uangnnya belum,” jelasnya.

Dirinya juga mengatakan, untuk penyelesainya pembangunan tersebut, pihaknya membutuhkan dana yang cukup besar, yaitu Rp 2 milyar. Namun sulitnya untuk mendapatkan donatur membuat pengurus masjid melakukan penggalangan dan mengelilingi kampung setiap hari minggunya.

“Untuk pembangunan ini, masyarakat yang sangat semangat. Mereka sengaja melakukan kegiatan kotak amal keliling kampung setiap minggunya guna mencari tambahan dana. Dan itu ada petugas khusus,” tuturnya. (AL/Iyan/Rdn/Wir)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here