Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Kesehatan Keluarga Berencana Tingkatkan IPM Sumsel 71 Persen

Keluarga Berencana Tingkatkan IPM Sumsel 71 Persen

Tanggal : Pukul :
197
0
narasumber tengah melakukan pemaparan terkait dengan program BKKBN.(M.Tohir/detiksumsel.com)

Palembang, Detik Sumsel – Peningkatan Indek Pembagunan Manusia (IPM) di Sumatera selatan yang menunjukkan pertumbuhan cukup baik diangka 71 persen di tahun lalu, dengan angka harapan hidup mencapai 71 tahun, tentu saja tidak terlepas dari peran serta Keluarga Berencana (KB).

Peningkatan IPM ini sendiri dilihat dari beberapa aspek yakni umur panjang,hidup sehat, pengetahuan dan standar hodup layak terus mengalami peningkatan. Demikian diungkapkan Tenaga Ahli Peneliti BKKBN Sunsel, Dani Saputra, dalam sosialisasi BKKBN dengan media di Hotel Swarna Dwipa, Senin (14/10).

“Dengan peran KB, semua aspek untuk peningkatan IPM bisa dipenuhi. Gizi anak bisa terpenuhi, pendidikan anak bisao lebih tinggi, kemudian mutu tenaga kerja juga bisa lebih baik. Artinya, tiga faktor penting dalam penentuan IPM yakni Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi, bisa dipenuhi jika program KB berhasil,” ungkapnya.

Dani menambahkan, kemajuan bangsa di masa depan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) dan bukan melimpahnya sumber daya alam (SDA).

“Untuk mendapatkan SDM yang berkualitas, pendidikan anak, gizi anak serta ekonomi dari keluarga harus baik. Karena itu, kalau punya anak banyak, ekonomi orang tua tidak mendukung, tentunya akan berpengaruh pada pendidikan dan gizi anak,” bebernya.

Ditambahkanya, untuk menciptakan hal tersebut, pertumbuhan penduduk tentu saja perlu dikendalikan, salah satunya melalui program KB.

Untuk mengendalikan jumlah penduduk KB dengan mengunakan berbagai jenis alat kontrasepsi tentunya memberikan peran penting untuk mengendalikan hal tersebut.

Untuk Sumsel sendiri sampai saat ini penguna alat kontrasepsi dengan berbagai jenis sudah mencapai angka 68 persen dari total usia produktif, angka ini akan terus ditingkatkan seiring dengan makin tingginya kesadaran masyarakat untuk mengunakan KB.

Sebenarnya banyak yang ingin ber KB, tapi karena kondisi seperti daerah perairan yang sulit terjangkau, membuat mereka tidan terlayani KB.

“Sampai saat ini tercatat ada 8,10 persen dari total produktif yang ada diSumsel , daerah perairan mendominasi paling tinggi untuk masyarakat yang tidak terlayani KB,”katanya.

Selain itu pihaknya juga terus gencar menciptakan kampung KB yang sudah mulai dirintis sejak 2016 lalu, awal mulai terbentuknya kampung KB ada di tiap kabupaten dengan total kampung KB mencapai 17 kampung KB.

Jumlah ini terus bertambah ditahun 2016 mencapai 227 kampung Kb dab ditahun 2018 mencapai 166 kampung kb dan ditahun 2018 total kampung kb yang ada mencapai 440 kampung KB.

“Kita memang menyasar daerah pinggiran perairab dan daerah yang sulit dan sangat miskin jadi sasaran kampung KB, dan kalau untuk kora kita fokus didaerah kumuh. Dibentuknya kampung KB sendiri tujuanya agar seluruh anak usia sekolah tidak bisa mengeco pendidikan, meningkatkan kesehatan didaerah tersebut,”jelasnya.

Dengan adanya beberapa program yang dilakukan pihaknya, diharapkan dapat menekan angka kelahiran dan tidak akan ada ledakan penduduk.

Pasalnya, menjelang tahun 2030 akan terjadi kelangkaan pangan, air, dan energi yang luar biasa yang akan memicu kerusuhan sosial dan konflik internasional karena akan terjadi migrasi besar-besaran dari daerah yang paling terkena dampak.

“Untuk itu, dengan KB diharapkan bisa mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas,” harapnya. (may)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here