Beranda Ogan Komering Ilir Jual Beli Nomor Antrian di RSUD Kayuagung, Diduga Manajemen Membiarkan

Jual Beli Nomor Antrian di RSUD Kayuagung, Diduga Manajemen Membiarkan

Tanggal : Pukul :
299
0
Kayuagung, Detik Sumsel — Meskipun sudah ramai diberitakan di media massa terkait praktik percaloan nomor antrean di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, tak membuat pihak RSUD bertindak. Bahkan para calo ini terus berkeliaran dan terkesan ada pembiaran.
Hal ini terungkap setelah adanya keluhan dari keluarga pasien yang bernama Ayu Wulan, warga Serdang Menang Kecamatan SP Padang saat mengantarkan ayahnya berobat karena sakit stroke, Jumat (7/9).
Kepada media, Ayu Wulan mengatakan, setibanya di rumah sakit, tepatnya di depan ruangan rawat jalan dirinya langsung dihampiri oleh calo untuk menawarkan nomor antrean.
“Kami baru tiba di rsud sudah ditawari nomor antrean lebih cepat oleh calo, aneh ya kok calo dibiarkan saja oleh pihak rsud,”terangnya.
Mengaku kesal dengan ulah calo tersebut, Ayu mengambil gambar, akan tetapi aksi ayu tersebut dilihat oleh oknum calo dan kemudian dilaporkan ke satpam.
“Saya ambil foto calo itu, tapi saya dilaporkan ke satpam. Anehnya satpam itu malah menegur saya. Kata satpam tidak usah ngambek foto atau video. Kalu pengen lapor langsung bae lapor ke direktur,”ujar Ayu menirukan perkataan satpam.
Ayu menduga praktik calo yang ada di RSUD ini sengaja dibiarkan karena banyak petugas rumah sakit bahkan dimeja tempat pengambilan nomor antrean ada petugas yang menjaga.
“Sepertinya para calo ini memang sengaja dibiarkan, kalau seperti ini jelas sangat merugikan pasien,”cetusnya.
Dia juga berharap ada tindakan nyata dari pihak rsud jangan sampai dibiarkan berlarut-larut.
“Kalau ini dibiarkan bukan tidak mungkin jumlah calo yang ada disana akan terus bertambah,”ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Welly Tegalega S.H pemuda pemantau pembangunan OKI menduga para calo ini sengaja dipelihara oleh pihak RSUD buktinya meskipun sudah diberikatan di media massa praktek percaloan masih terus berlangsung.
“Ini sudah jelas ada pembiaran dari pihak RSUD, jangan-jangan mereka ini dipelihara,”jelasnya.
Welly mengatakan, kalau direktur RSUD tidak mampu membenahi pelayanan di rsud ini lebih baik mundur. “Kalau tidak mampu membenahi rumah sakit ini lebih baik mundur dari jabatannya,” kata Welly.
Direktur RSUD Kayuagung Dr Fikram melalui Kepala Tata Usaha Iskandar Puad mengatakan, setelah mendapatkan informasi adanya kartu antrean yang diperjualbelikan, pihaknya langsung membentuk tim dan melalukan klarifikasi kepada petugas yang ada diloket antrean.
“Untuk saat ini kita tidak menemukan adanya kartu antrean yang dijual tersebut, hal ini berdasarkan keterangan dari petugas,” katanya.
Namun Puad tidak menampik adanya celah bagi oknum tertentu untuk menarik keuntungan pribadi dengan menjual nomor antrian, pasalnya, setiap pasien yang akan berobat maupun keluarganya, langsung bisa mengambil nomor antrian ditempat yang disediakan.
“Celah itu memang ada, kita akan perketat jangan sampai ada oknum yang mencoba mencari keuntungan dengan merusak citra rumah sakit,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan OKI, HM Lubis SKM MKes mengaku sangat menyayangkan jika memang ada terjadi praktik jual beli nomor antrean di bagian instalasi rawat jalan RSUD Kayuagung, harusnya hal seperti ini tidak boleh terjadi dan perlu dilakukan antisipasi dan pengawasan dari manajemen rumah sakit.
“Harusnya cari formulasi yang tepat, agar jangan menumpuk, karena antrean dengan hanya mengambil kertas diloket seperti yang saat ini memang rawan,” katanya.
Menurut Lubis, pasien yang berobat rawat jalan di RSUD Kayuagung cukup banyak, artinya setiap hari mencapai ratusan orang, tidak semua pasien datang atau diantar keluarga, jadi dapat dibayangkan jika pasien yang sudah tua dan tidak mengerti pasti akan mengalami kesulitan.
“Coba pakai sistem antrian di bank, ini akan lebih tertib, dan petugas juga harus memastikan yang ambil nomor antrian itu adalah keluarga pasien yang berobat,” katanya.
Selain itu, dirinya menyarankan, dengan banyaknya pasien yang berobat, dokter yang bertugas harus tepat waktu artinya ketika praktek rawat jalan mulai dibuka pada pagi hari dokter sudah datang, jangan sampai nanti pasien yang nunggu dokter sehingga antrian akan semakin menumpuk.(Iyan)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here