Beranda Ogan Ilir Jonder Milik Dinas Pertanian Diduga Dijadikan Objek Untuk Pungli

Jonder Milik Dinas Pertanian Diduga Dijadikan Objek Untuk Pungli

Tanggal : Pukul :
706
0

Indralaya, Detik Sumsel – Jonder milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir diduga menjadi objek pungutan liar (pungli). Pasalnya, jonder tersebut diduga disewakan oleh oknum operator kepada masyarakat yang hendak membersihkan lahan dengan biaya tinggi dari Rp 800 ribu-Rp1,2 juta per hektar.

Kondisi ini bukti lemahnya pengawasan yang di lakukan pihak dinas dan ada juga yang menduga kegiatan pungli operator jonder ini karena didukung oleh oknum pejabat di instansi tersebut.

Salah satu petani cabai Atay mengatakan sejak sebulan lalu sudah menggunakan fasilitas jonder untuk meratakan tanahnya seluas 1/2 ha untuk dijadikan lahan bercocok tanam cabai. Ia membayar Rp 800 ribu kepada oknum operator Bambang untuk biaya sewa jonder, tanpa kwitansi uang tersebut dibayarnya usai jonder meratakan tanahnya. Untuk 1/2 ha lahan jonder dibutuhkan waktu 1 jam meratakan tanah

“Ya kami tidak tahu kalau itu punya dinas dan harus bayar Rp 800 ribu untuk 1/2 ha, tetangga saya malah bayar Rp 1,2-1,5juta per ha tergantung jarak dan negonya. Pokoknya kami sewa gak tahu lagi uangnya kemana?, sebenarnya mahal sih sewanya kita keberatan karena kerja sopir dan sewa jonder cuma 1-3 jam bayaran mahal, “katanya.

“Seluruh perkebunan disini dari Desa Tanjung Pering sampai Permata Baru, Mandala sewa jondernya sama dia. Setiap hari diperkirakan 2lahan bisa dibuka, kalau biayanya segitu kan lumayan,”jelas warga Permata Baru tersebut

Menurutnya jika tidak menggunakan jonder warga kesusahan membuka lahan, karena banyak kayu yang mau dirobohkan, rumput yang harus ditebas, kalai tenaga manusia jadi susah.

“Kalau ini pungli berarti menyusahkan rakyat. Sebenarnya kami mau bayar asal sesuai jangan kemahalan, mungkin untuk biaya operator sama solar jonder tidak apa. Dan kami minta kwitansi tapi tidak diberikan, namanya rakyat kecil tidak mengerti apa-apa ya bayar saja. Ini harus diusut tuntas, jangan menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, “ujarnya

Sementara Usi warga Desa Tanjung Pering mengaku hanya membayar Rp 1 juta untuk sewa jonder yang dikomandoi Bambang. “Saya cuma bayar Rp1juta, alhamdulillah murah bisa ditawar. Tidak tahu uangnya setor negara atau tidak? Harusnya dinas lebih mengawasilah, jangan sampai tidak tahu kerja bawahan dilapangan. Jangan jangan malah ada main dengan atasannya, mungkin saja ada setoran ke atasan. Ah terserahlah yang penting saya bisa bertanam jagung, “ucapnya sambil berlalu

Saat disambangi lokasi parkir jonder berwarna merah di Desa Tanjung Pering Kecamatan Inderalaya Utara, pengurusnya Imam mengatakan tidak mengetahui berapa harga sewa jasa menggunakan jonder. “Saya tidak tahu, coba tanya ke Bambang saja saat ini dia sedang pergi, soalnya saya hanya bagian memperbaiki kalau rusak,”kata Imam

Kabag Tanaman Pangan Abi Bakri mengatakan tidak ada uang sewa untuk peminjaman jonder, dan jonder tersebut beroperasi di Desa Lorok, ada biaya bantuan untuk membeli solar 2 kaleng atau 40 liter, oli dan biaya sopir jonder sehingga total biaya hanya Rp600-700ribu.

“Alat jonder itu tidak ada biaya operasional, pernah rusak sekali biayanya Rp15 juta tidak ada yang bertanggung jawab. Untuk bantuan jonder di Desa Lorok sepakat biayanya Rp700ribu per lahan, nah kalau di luar itu mungkin warga sudah sepakat. Yang jelas saya tidak tahu, kalau memang oknum itu menyalahi maka jonder akan ditarik, “ujar Abi tanpa memberikan sanksi kepada oknum tersebut

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan OI H Hasnandar mengatakan belum mengetahui hal tersebut dan akan mengecek ke lapangan. (AL).

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here