Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Kesehatan Jangan Sembarang Bersihkan Telinga, Ini Dampaknya

Jangan Sembarang Bersihkan Telinga, Ini Dampaknya

Tanggal : Pukul :
515
0

Palembang, Detik Sumsel – Kegiatan mengorek telinga sering sekali dilakukan bagi yang berniat membersihkan telinga, maksudnya ingin mengeluarkan kotoran telinga sehingga terasa bersih dan sehat. Namun, banyak juga masyarakat yang tidak tahu dampak mengorek

telinga, salah satunya menyebabkan terjadinya radang liang telinga. Gejala yang sering ditimbulkan adalah rasa tidak nyaman dan nyeri hebat pada telinga.

Radang liang telinga atau bahasa kedokteran adalah Otitis Eksterna disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur dan virus. Faktor yang mempermudah terjadinya radang telinga luar adalah perubahan PH di liang telinga yang menjadi basa, sehingga proteksi menjadi menurun. Hal-hal yang dapat menurunkan proteksi tersebut antara lain keadaan udara hangat dan lembab sehingga memudahkan kuman dan jamur tumbuh.

Hal tersebut dikatakan dr Sari Nurfaizah SpTHTKL. Menurutnya, pada saat sedang mengorek telinga seringkali tanpa disadari terjadi trauma ringan pada permukaan kulit liang telinga. Hal ini sangat berpotensi untuk berkembang biaknya bakteri, jamur dan virus yang akhirnya menjadi radang liang telinga.

“Radang liang telinga (otitis eksterna) ada dua tipe, yaitu Otitis Eksterna Sirkumskripta (bisul liang telinga) gejala yang dirasakan adalah nyeri yang sangat hebat tidak sesuai dengan besar bisulnya, bisa juga disertai dengan penurunan pendengaran akibat bisul yang besar menutup liang telinga,” kata dokter yang saat ini bertugas di Rumah Sakit Pelabuhan Palembang (RSPP).

Pengobatannya, tergantung keadaan bisul, bila sudah terbentuk nanah dilakukan evakuasi nanah dengan diaspirasi secara steril, kemudian antibiotic local dan pengobatan simtomatik lainnya.

“Tipe lainnya adalah otitis eksterna difusa (radang liang telinga luas) gejala yang dirasakan adalah nyeri tekan pada bagian depan telinga, bisa
ditemukan sekret (cairan) kental berbau pada liang telinga, bengkak sepanjang liang telinga dan menyebabkan liang telinga menyempit, kadang ditemukan adanya pembesaran kelenjar
getah bening regional,” jelasnya.

Sari menjelaskan, pengobatannya dengan cara pembersihan telinga dan
pemasangan tompon antibiotic pada liang telinga, pada kasus ini terapi antibiotic sistemik kadang diperlukan.

“Untuk mencegah terjadinya radang liang telinga diantaranya, tidak mengorek telinga sembarangan, hindari keadaan liang telinga lembab, antara lain jangan memakai jilbab atau penutup kepala dalam keadaan basah. Rawatlah telinga anda pada ahlinya, konsulkan penyakit telinga kepada dokter spesialis THT di RS Pelabuhan Palembang,” pungkasnya.(Bra)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here