Beranda Kesehatan Jangan Abaikan Gigi Berlubang, Ini Cara Merawatnya

Jangan Abaikan Gigi Berlubang, Ini Cara Merawatnya

Tanggal : Pukul :
823
0
Drg Nurul Yunita

Palembang, Detik Sumsel – Gigi berlubang (Karies Gigi) merupakan satu masalah gigi dan mulut yang cukup mengganggu. Kebanyakan orang tidak menyadari akan kemunculan gigi berlubang. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskerdas) 2013, ditemukan sebanyak 25,9 persen penduduk Indonesia mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Sedangkan di Sumsel ditemukan sebanyak 19,5 persen penduduk yang mengalami kesehatan gigi dan mulut.

Lubang-lubang kecil pada gigi yang menyebabkan terbentuknya gigi berlubang, diawali dengan infeksi bakteri menurut National Institute of Dental and Craniofacial Research. Lalu bakteri ini melekat pada sisa-sisa makanan yang mengendap pada lapisan gigi, sehingga membentuk lapisan tipis yang disebut plak.

Menurut dokter spesialis gigi, Drg Nurul Yunita yang praktek di Rumah Sakit Pelabuhan Palembang, proses terbentuknya plak sangat singkat sekitar 10-15 menit setelah makan. Setelah itu menciptakan kondisi asam dan pH mulut mengalami penurunan. Selanjutnya, akan menyebabkan penipisan pada lapisan luar gigi (Email) yang ditandai dengan hilangnya struktur mineral dan kalsium pada permukaan gigi.

“Secara perlahan, tahapan ini dapat berlanjut pada lapisan tengah gigi (dentin) dan pada tahap ini mulai terbentuknya lubang gigi (Kavitas). Keluhan yang biasa timbul pada tahap ini seperti gigi yang terasa ngilu, pada tahap ini Dokter Gigi menyarankan untuk dilakukan tindakan penambalan gigi,” katanya (8/9).

Namun, lanjut dokter yang juga praktek di Klinik Pratama Pelabuhan Palembang, ada kondisi yang dibiarkan begitu saja, lubang gigi dapat semakin dalam hingga mencapai lapisan dalam gigi (Pulpa), lapisan ini terdiri dari pembuluh darah dan pembuluh syaraf. Seiring berjalannya waktu tahap ini dapat berlanjut dengan ditandai penumpukan nanah (pus) pada bagian ujung akar gigi (abses).

“Apabila sudah mencapai tahap ini, maka efek yang ditimbulkan pun beragam mulai dari infeksi, sakit dan nyeri gigi serta gigi yang berdenyut secara terus menerus bahkan sampai tidak bisa tidur. Tindakan dokter gigi pada tahap ini seperti perawatan saluran akar, pencabutan gigi dengan kondisi yang tidak bisa dirawat lagi, serta pemasangan gigi palsu pada gigi yang telah dilakukan pencabutan,” tambahnya.

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Dokter Nurul ini menjelaskan, setelah mengetahui proses dari terbentuknya lubang pada gigi diharapkan agar menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan cara menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung Flouride minimal 2 kali sehari, yaitu 15-20 menit setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.

“Selain itu diimbau agar mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula, makan makanan yang bergizi, serta mengunjungi dokter gigi secara rutin minimal enam bulan sekali. Ayo jaga kesehatan gigi Anda dari sekarang,” pungkasnya. (Bra)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here