Beranda Ekonomi Hino Siap Konsumsi Biosolar B20

Hino Siap Konsumsi Biosolar B20

Tanggal : Pukul :
611
0
Detik Sumsel/ Tohir - Sales Hino sedang menunjukkan produknya, Jumat (07/09).

Palembang, Detik Sumsel – Hino selalu mengantisipasi perkembangan teknologi otomotif dan tuntutan (regulasi) lingkungan di berbagai negara. Oleh karena itu, jangan heran, ketika pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan bahan bakar diesel yang dijual di seluruh Indonesia sejak 1 September lalu harus B20, Hino bersama dengan jaringan penjualan dan layanan purnajualnya di Indonesia siap melaksanakannya.

Penggunaan B20 sebenarnya sudah dicanangkan pemerintah pada 2016. Dan Sejak itu, jelas Solihin Kentjana, General Manager Citra Lestari Mobilindo (CLM)
Hino sudah melakukan antisipasi sehingga ketika regulasi harus dijalankan sudah dapat langsung melangkah.

“Mesin diesel Hino, baik yang masih berteknologi lama maupun yang terbaru (common rail), bisa menggunakan bahan bakar diesel B20. Hino juga memberikan panduan cara perawatan mesin yang menggunakan B20, baik mesin lama maupun baru bagi pemakai sehingga pengguna setia Hino tidak perlu khawatir,” katanya, Jumat (07/09).

Ia menambahkan, tes mesin B20 bagi Hino, pasar Indonesia sangat penting. Oleh karena itu, pihaknya selalu siap mengikuti kebijakan pemerintah, termasuk soal bahan bakar. Mesin diesel yang digunakan truk dan bus Hino yang dipasarkan di tanah air sekarang sudah lulus uji coba menggunakan biosolar B20.

“Hino sudah memasarkan kendaraan niaga ringan, sedang, dan besar semuanya bermesin diesel di Indonesia lebih dari 35 tahun,” ujarnya.

Mesin diesel Hino dapat direkayasa sesuai dengan spesifikasi bahan bakar yang dijual secara umum. Mesin Hino juga sudah menggunakan biosolar B10 dan B15, dan terbukti tidak ada masalah.

Sebagai produsen, Hino merasa perlu menyampaikan kebijakan pemerintah ini kepada konsumen. Selama ini, konsumen sangat mengandalkan mesin Hino yang dikenal tangguh, bandel, dan kuat. Hal itu yang membuat Hino menjadi pemimpin pasar di segmen truk medium duty dalam 18 tahun terakhir.

Hino Indonesia sudah melakukan pengujian penggunaan bahan bakar solar B20 sejak tiga tahun lalu. Mesin dengan teknologi common rail dengan metode uji engine bench test. Pengujian tersebut dilakukan di Balai ThermodinamikaMotor dan Propulsi (BTMP-BPPT) selama 400 jam dengan beban penuh pada putaran mesin maksimum yaitu 2.500 rpm selama 8 jam per hari.

Metode uji tersebut merupakan metode yang disarankan oleh prinsipal Hino di Jepang yaitu Hino Motors, Ltd yang diklaim lebih memaksa mesin melakukan performa maksimal jika dibandingkan dengan road test atau kondisi pemakaian aktual di jalan.

Dari hasil uji coba tersebut, mesin diesel Hino bekerja dengan baik. Tidak ada kerusakan yang membahayakan. Hanya
terjadi penyumbatan lebih cepat pada filter bahan bakar. Berdasarkan analisis, penyumbatan pada filter diakibatkan
gliserol dan selulosa yang dibawa oleh solar kelapa sawit atau fatty acid methyl esters (FAME).

Terkait hal itu, Hino mengimbau kepada pemerintah untuk menyempurnakan proses pencampuran solar dan FAME agar meminimalkan efek samping yang ditimbulkan bagi kendaraan. Disimpulkan pula, dengan perawatan tangki dan filter bahan bakar yang teratur, masalah mesin
“ngempos” dan ancaman terhadap injektor bisa dicegah.

Tak kalah penting adalah injektor. Kekuatannya ditingkatkan (khususnya jarum dan lubang nosel yang saling bergesekan) dilapisi dengan proses “
‘diamond like carbon coating’. Permukaan lubang dan jarum nosel dibuat makin keras. Hasilnya, umur pakainya makin lama dan tak mudah berkarat.

Teknologi tersebut yang membuat mesin truk Hino di segmen medium, seperti Hino New Generation Ranger, truk ringan Hino New Dutro dan Hino Bus sangat siap ber-“B20”-ria. Hino Indonesia ikut membantu pemerintah mengurangi impor solar, menghemat devisa, dan meningkatkan penggunaan bahan bakar nabati dari kelapa sawit. (May)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here