Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Liputan Khusus Gelar Kejuaraan Dunia Hingga Kembangkan Wisata Air

Gelar Kejuaraan Dunia Hingga Kembangkan Wisata Air

Tanggal : Pukul :
372
0
Jakabaring Sport City (JSC) Palembang tampak dari atas. (Foto: Humas KONI Sumsel)

Lipsus, Detik Sumsel- Setelah sukses menggelar perhelatan Asian Games 2018. Rencananya 2019 mendatang, komplek olahraga Jakabaring Sport City akan kembali menjadi tuan rumah lima kejuaraan dunia.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin mengungkapkan, adapun kelima cabang olahraga yang akan menggelar kejuaraan yakni dayung, panjat tebing, sepak takraw, boling dan voli pantai.

Mantan gubernur Sumsel ini menjelaskan, ditunjuknya Palembang sebagai tuan rumah lima cabor kejuaraan dunia karena venue yang ada di kompleks JSC sudah memiliki fasilitas terbaik tingkat dunia dibandingkan negara lain.

“Dengan banyaknya event olahraga yang dilangsungkan di Jakabaring, tentu membuat kompleks olahraga JSC tetap terjaga dan tidak terbengkalai. Setelah Asian Games, lima cabor kelas dunia diselenggarakan lagi di sini,” kata Alex, beberapa waktu lalu.

Alex melanjutkan, Palembang yang kini sudah menjadi kota olahraga kelas internasional bisa dapat mempertahankan gelar tersebut, dengan terus merawat seluruh venue yang ada di kompleks JSC.

Sejauh ini, pengelolaan kompleks JSC dipegang langsung oleh Badan Usaha MIlik Daerah (BUMD) melalui PT Jakabaring Sport City. Ke depan, Alex beraharap pemerintah selanjutnya bisa mengelola aset tersebut dengan melibatkan pihak swasta.

Baca Juga :   Fokus Banjir Hingga Tekan Angka Kemiskinan

“Sejauh ini baru ada satu pihak swasta yang sudah ikut terlibat mengelala JSC seperti venue boling. Jadi saya berharap walaupun saya tidak lagi menjadi gubernur nantinya JSC ini dipegang oleh orang yang memang benar-benar profesional, sehingga JSC itu tetap terjaga,” harapnya.

Selain menggelar berbagai kejuaraan olahraga, kawasan komplek olahraga tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi wisata melalui terobosan yang dilakukan oleh PT. JSC sebagai pengelola. Salah satunya dengan membuka wahana olahraga air (water sport), untuk menjaga agar JSC tetap menjadi salah satu wisata andalan masyarakat.

Direktur Utama JSC Meina Fitriani Paloh mengatakan, keberadaan danau JSC sejauh ini sudah cukup dikenal dunia. Sebagai sarana olahraga air (watersport) tentu ini dapat terus dikembangkan menjadi peluang bisnis menjajikan terutama dalam hal pariwisatanya juga.

“Rencananya seperti akan kita bangun spot wista air arum jeram. Wisata air jetski dan banyak lagi. Jadi nanti spot ini akan kita komersilkan dan semua masyarakat boleh ramai-ramai datang kesini,” katanya.

Dia menjelaskan, selain arum jeram, wisata air lain yang akan terus dikembangkan juga adalah wahana jet ski dan juga banana boat. Di sisi lain danau juga direncanakanya pembuatan floting market di kanal JSC. Diatas kanal ini juga rencanya akan dibuat retoran yang menghadap ke danau. “Sejauh ini rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan perencanaan,” ujarnya.

Baca Juga :   Warga Pertanyakan Fungsi Drainase dan Gotong Royong

Meina tidak menampik, komplek JSC memiliki potensi besar dalam hal wisata. Karena itu dalam pembicaraan dengan Pemprov Sumsel, pihaknya mengaku membutuhkan support anggaran khusunya dari pemerintah daerah untuk pengembangan. Anggaran tersebut tidak hanya untuk biaya pengembangan spot di JSC. Tetapi juga untuk perawatan dan
perbaikan-perbaikan oprasional venue.

“Pengajuan dananya, belum bisa disebut sekarang. Yang jelas sesuai dengan kebutuhan JSC. Misalnya untuk perbaikan-perbaikan dan perawatan komplek wisma atlet. Perbaikan pagar dan pembangunan pagar keliling. Serta untuk kebutuhan perbaikan venue-venue yang perlu di upgrade,” bebernya.

Sementara itu, menanggapi pengajuan anggaran dana untuk perbaikan dan pengembangan JSC. Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menegaskan, tidak ada anggaran khusus BUMD kedepan, termasuk untuk PT. JSC.

“Kita apresiasi untuk JSC yang ingin lakukan pengembangan. Namun, akan sangat baiknya jika itu dilakukan secara mandiri. Jadi jika ingin lakukan pengembangan, bisa menggandeng pihak ketiga,” sarannya. (iyop)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here