Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Liputan Khusus Ganja Tumbuh Subur, Petani Tergiur

Ganja Tumbuh Subur, Petani Tergiur

Tanggal : Pukul :
452
0
Ilustrasi/Grafis : Raam/Detik Sumsel

Lipsus, Detik Sumsel- Kondisi geografis dikelilingi hutan, dan semak belukar, rupanya menjadikan tanaman jenis ganja (canabis sativa) tumbuh subur di Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan. Buktinya tahun ini, Polres Lahat sudah dua kali menemukan ladang ganja. Kondisi ini pula yang membuat petani tergiur untuk beralih menanam ganja di lahan yang dimiliki.

Diantaranya, 10 batang ganja siap panen di Desa Muara Payang, Kecamatan Jarai, Rabu (16/1) lalu dan yang baru terjadi di Desa Gelung Sakti, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, Jumat (8/2) lalu. Sebanyak 390 batang ganja berbagai ukuran, yang ditanam di lahan seluas setengah hektar.

Polres Lahat membongkar ladang ganja di Kabupaten Lahat.

Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK menilai penanaman ganja yang dilakukan masyarakat ini, disinyalir adanya keterlibatan jaringan narkoba. Dengan memanfaatkan lemahnya kondisi ekonomi masyarakat, juga minimnya pengetahuan masyarakat. Pelaku yang berada dalam jaringan ini lantas memberikan bibit juga cara bertanam ganja agar tidak ketahuan.

“Kalau dari temuan barang bukti, biji-biji bibit ganja ini jelas berasal dari jaringan. Jaringan inilah yang sedang ingin kita ungkap,” ujar Ferry.

Baca Juga :   Berburu Tiket Mudik Lebaran

Bukan hanya sekedar memberikan bibit, agar lebih meyakinkan, pelaku jaringan ini biasanya juga akan berperan sebagai pembeli dari hasil ganja yang ditanam masyarakat. Sehingga masyarakat lebih mudah teriming-iming segera mendapat keuntungan besar.

“Faktor apalagi kalau bukan karena ekonomi, yang medorong masyarakat nekat berladang ganja itu. Dari pengakuan tersangka, ada yang nekat karena gagal bertani, ada juga karena terlilit hutang gara-gara gagal jadi kades,” jawabnya.

Suasana penangkapan petani ganja di Lahat.

Menurut Ferry, pengakuan ketiga tersangka tersebut sudah bisa disimpulkan, adanya keterlibatan jaringan narkoba dalam penanaman ganja ini. Sebagai langkah pencegahan, selain memberikan pesan kamtibmas melalui Babinkamtibmas. Dari sisi penegakan hukum, tersangka akan dipenjarakan dengan hukuman seberat-beratnya sesuai aturan.

“Tersangkanya kita proses, kita penjarakan, kita buat kapok. Agar tidak ada lagi masyarakat yang coba-coba ingin berladang ganja,” tegas mantan Kapolres OKU Selatan ini.

Seperi pengakuan Dodi Irawan (35), salah satu dari tiga tersangka diantaranya Yayan (38) dan Anca (36), yang diamankan saat penggerbekan ladang ganja di Kecamatan Pajar Bulan, Lahat beberapa waktu lalu. Pria perjaka yang sudah delapan tahun hanya hidup di dalam kebun ini mengaku, dirinya tidak tahu tanaman apa itu. Dodi yang bertugas merawat, dan memberi pupuk ini, hanya tahu kalau itu tanaman berharga yang bisa menghasilkan uang.

Baca Juga :   Penjualan Hewan Kurban Merosot

“Saya dan Anca, hanya bertugas menjaga dan merawatnya saja. Kalau yang menanamnya Yayan dan Yuyun. Kami hanya merawatnya saja, belum pernah digunakan. Kalau ada yang beli, biasnya dikasih uang oleh Yuyun Rp 50 ribu,” ucap Dodi.

Konfrensi Pers Polres Lahat penangkapan petani ganja Kabupaten Lahat.

Yayan rupanya tak menampik pengakuan Dodi. Hanya saya Yayan mengatakan, dirinya mendapatkan 100 bibit ganja tersebut dari Yuyun (DPO), dan tidak mengetahui darimana Yuyun mendapatkan bibit ganja yang ditanam menggunakan polibeg, di empat lokasi, persis ditutupi semak belukar itu.

“Bibit dari Yuyun, yang menjualnya juga Yuyun. Sekitar Rp 2-3,5 juta perkilogram, hasilnya dibagi rata. Saya baru ikutan gabung sekitar lima bulan lalu,” ungkap Yayan. (heru)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here