Beranda Lahat Dolar Naik, Pengusaha Tempe di Lahat Tetap Santai

Dolar Naik, Pengusaha Tempe di Lahat Tetap Santai

Tanggal : Pukul :
411
0
Lahat, Detik Sumsel — Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar (AS) beberapa hari terakhir, rupanya ikut membuat galau pengrajin tahu dan tempe di Kota Lahat. Pasalnya belum ada kejelasan naiknya harga kacang kedelai dari angka Rp 7.600 perkilo. Pengrajin takut situsi ini mala dimanfaatkan oleh pedagang dipasaran, untuk menaikan harga kacang kedelai.
Seperti yang dituturkan Damsuki (47). Pengrajin usaha tahu di Kelurahan Pagar Agung Kota Lahat ini menuturkan, dirinya belum menaikkan harga jual tempe yang diproduksinya. Lantaran masih menggunakan stok lama kacang kedelai infor merk bola dunia.
“Kita belum menaikkan harga. Walapun nanti harus naik gara-gara harga kacang ikut naik, seperti yang sudah-sudah kami biasa saja. Karna konsumen kita juga tahu kondisi ini,” tuturnya, Jumat (7/9).
Disela melakukan aktifitas produksi tempe, pria asal Pekalonganyg sudah 16 tahun jadi pengrajin tempe ini, nampaknya tidak gusar dengan kenaikan harga. Diungkapkannya, dari 150 kg kacang kedelai perhari ia bisa mendapatkan 450 bungkus tempe. Kalaupun nantiharga kacang kedelai jadi naik, ia tetap tidak akan menaikkan harga jual produknya.
“Kalau menaikkan harga, pasti sulit diterima oleh konsumen kita. Solusinya ya terpaksa kita kurangi ukurannya. Untuk pembeli masih normal. Biasanya masyarakat sudah tahu kalau kedelai mahal,” ungkapnya. (heru).

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here