Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Divonis 3 Tahun Bui, Terdakwa Suap Bupati ME ini Dapat Dukungan Penuh...

Divonis 3 Tahun Bui, Terdakwa Suap Bupati ME ini Dapat Dukungan Penuh Keluarga

Tanggal : Pukul :
566
0
Terdakwa Robi dapat dukungan kerabat usai divonis 3 tahun penjara oleh hakim PN Klas 1 A khusus tipikor Palembang.
Terdakwa Robi dapat dukungan kerabat usai divonis 3 tahun penjara oleh hakim PN Klas 1 A khusus tipikor Palembang

Palembang, Detik Sumsel, – Divonis bersalah dan diganjar pidana penjara selama 3 tahun dalam kasus suap dinas PUPR Muara Enim, Robi Okta Fahlevi (35) dirutĀ  sekaligus pemilik PT INDO PASER BETON dan CV AYAS & Co mendapat dukungan moril dari pihak keluarga, Pada sidang di PN Klas 1A khusus tipikor Palembang, Selasa (28/01).

Nampak usai mendengar amar putusan, terdakwa Robi langsung mendapatkan rangkulan dan tangisan haru serta dukungan moril dari ayahnya, istrinya serta kerabat lainya yang turut menyaksikan jalannya persidangan.”Semangat pak Robi,” ujar salahsatu kerabatnya sembari mengantar menuju Mobil tahanan Kejaksaan untuk kembali ke Rutan.

Vonis yang dijatuhi Majelis hakim yang diketuai Abu Hanifah SH ini sama persisĀ  dengan tuntutan JPU KPK yang menuntut Robi dengan pidana penjara 3 tahun denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Majelis menyatakan jika Robi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan suap terhadap Bupati Muara Enim non aktif Ahmad Yani untuk mendapatkan sebanyak 16 paket pengerjaan jalan dengan memberikan fee sebesar 10 persen dengan nominal Rp 13,4 miliar dari total pengerjaan proyek APBD 2019 sebesar Rp 130 miliar.

Baca Juga :   Pamit Pergi ke Pasar Untuk Beli Baju, Tante dan Keponakan Tewas Kecelakaan

“Menyatakan terdakwa terbukti melanggar ketentuan Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Pasal 64 Pasal ayat 1 KUHP dengan penjara selama 3 tahun, dendan Rp 250 juta subsider enam bulan penjara,”ujar majelis hakim.

Usai menjatuhkan vonis, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menerima atau pikir-pikir atas putusan tersebut.”Terdakwa memiliki hak untuk menerima atau pikir-pikir atas putusan ini selama tujuh hari. Begitu juga dengan Jaksa. Dengan ini, persidangan dinyatakan selesai,” ujarnya.

Sekedar mengingatkan, Robi sebelumnya terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim KPK pada 2 September 2019. Dalam OTT tersebut, Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muara Enim Elfin Muchtar dan Bupati Muara Enim juga ikut tertangkap.

Baca Juga :   Disaksikan Pemiliknya, BNN Sumsel Blender 35 Kg SS Serta 34 Ribu Butir Ekstasi

Saat penangkapan, tim KPK turut menyita uang suap sebesar 35.000 dollar AS, Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut terdakwa dengan hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp.250 juta subsider 6 kurungan. Dimana, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa melanggar ketentuan sebagaimana yang diatur undang-undang korupsi. Hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan berbuat koorperatif selama persidangan.

Menurut JPU, terdakwa terbukti melanggar ketentuan pasal Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagaimana pasal tersebut telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (Vot)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here