Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Kesehatan Diteksi Awal Carcinoma Mamae dengan Sadari

Diteksi Awal Carcinoma Mamae dengan Sadari

Tanggal : Pukul :
935
0
dr.Benny Kusuma Sp.B(K)Onk, disela-sela kegiatan seminar sehari World Cancer Day Palembang beberapa waktu lalu.
dr.Benny Kusuma Sp.B(K)Onk, disela-sela kegiatan seminar sehari World Cancer Day Palembang beberapa waktu lalu.(Maya/detiksumsel.com)

Palembang, Detik Sumsel –  Mendengar kata-kata kangker payudara pasti akan membuat penderita syok, karena penyakit ini sampai saat ini belum memiliki obat, selain melalui kemotrafi dan kemo oral.

Sebenarnya, kangker payudara bisa dihindari dengan cara sadari yang bisa dilakukan pasien. Tapi sayang, kurangnya pemahaman masyarakat untuk menditeksi gejala kangker payudara, menjadi penyebab jumlah penderita kangker payudara di Sumatera Selatan tiap tahun mengalami peningkatan.

Seperti di RS Muhammad Hoesin Palembang saja, tahun 2018 jumlah pasien yang menderita Carcinoma Mamae on Chemotherapy ditahun 2018 mencapai 957 pasien dan ditahun 2019 mencapai 747 pasien.

“Ini baru di satu rumah sakit, belum termasuk RS lainnya,” jelas dr.Benny Kusuma Sp.B(K)Onk, disela sela kegiatan seminar sehari World Cancer Day Palembang beberapa waktu lalu.

Benny menambahkan, sejauh ini banyak pasien yang datang berobat sudah pada stadium tiga keatas. Padahal, semakin rendah stadium diketahui maka semakin besar potensi harapan hidup pasien.

Kebanyakan pasien dan masyarakat awam tidak mengetahui, apa sebenarnya kangker payudara.

Baca Juga :   Banyak Warga Terserang DBD, Lidyawati Cik Ujang Bagikan Kelambu

Kangker payudara mempunyai sifat menyebar dan satu orang bisa memiliki beberapa tipe kangker payudara dan mayoritas memang kangker payudara terdeteksi lewat benjolan.

“Ada benjolan, nyeri dipayudara atau keluar cairan diputing. Segera mungkin untuk memeriksakan ke dokter bedah atau bedah ankologi,” ungkapnya, Minggu (09/02).

Ia menambahkan, ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan untuk menemukan kangker payudara dalam stadium dini melalui, sadari, pemeriksaan fisum oleh dokter dan momografi bagi wanita usia diatas 40 tahun.

Sadari atau periksa payudarah sendiri, bisa dilakukan oleh penderita sendiri yang dilakukan sebulan sekali, seminggu setelah haid atau bagi yang telah berhenti haid, pemeriksaan dilakukan setiap tanggal tertentu yang ditentukan sendiri setiap bulannya.

Benny menambahkan, bila terditeksi lebih awal atau di stadium 1, maka kesembuhan bisa mencapai 90 sampai 100 pesen, stadium II A 92 persen, IIB 81 persen, stadium III A 67 persen, IIIB 54 persen dan stadium IV hanya 20 persen harapan hidup pasien dalam jangka waktu 5 tahun.

Baca Juga :   RSUD Lahat Tangani Pasien Anak Terserang DBD

“Makin tinggi stadium, semakin rendah harapan hidup pasien kangker payudarah,” tegasnya.

Tapi sayangnya, kebanyakan pasien yang ada keluhan tidak mau kedokter atau melapor dengan alasan malu, dan baru mau berobat datang ke dokter sudah berada di stadium 4.

“Kita himbau untuk perempuan yang ada kelainan di payudara, untuk segera kedokter. Karena rata – rata hampir 70 persen pasien sudah di stadium 3 dan stadium 4,” jelasnya.

Diakuinya, sampai saat ini benjolan masih mendominasi hingga 60 persen pasien yang positif terkena kangker payudara. Keluhan dengan nyeri mencapai 12 persen dan cairan 2 persen.

Untuk mencegah kangker payudara, yang terpenting menjaga pola makan, hidup sehat. Meski kebanyakan yang menderita cancer mulai diusia 35 tahun dan puncaknya diusia 50 tahun. Tapi tidak menutup kemungkinan dibawah usia 35 tahun terkena kangker payudara, salah satunya karena genetik.

“Kita himbau para perempuan untuk rutin melakukan sendiri, dengan cara menekan payudara dengan tiga jari didepan cermin, yang bisa dilakukan tiap bulan,”katanya. (May).

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here