Beranda Kriminal Derita Trauma Berat, Merissa Ungkap Penculikan Yang Menimpanya 

Derita Trauma Berat, Merissa Ungkap Penculikan Yang Menimpanya 

Tanggal : Pukul :
761
0
Merissa robert korban penculikan memberikan keterangan pada awak media.
Merissa robert korban penculikan memberikan keterangan pada awak media.

Palembang, Detik Sumsel,- Setelah sepekan terbaring di rumah sakit akibat mengalami laka lantas tunggal akibat ditodong senpi jenis pistol revolver oleh oknum anggota Satbrimobda Polda Sumsel berinisial Briptu A (23), akhirnya Merissa Robert (25) pengemudi mobil Honda CRV putih Nopol BG 1818 MM, muncul ke publik.

Ditemui usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan pengeroyokan yang dilaporkan Briptu A di Polsek Ilir Timur (IT) II, beberapa waktu lalu Merissa yang masih dinyatakan mengalami trauma akut ini mengungkap fakta sebenarnya dari kejadian ini sekaligus membantah sejumlah pernyataan Briptu A yang disampaikan kepada polisi.

“Saya memberanikan diri untuk tampil ke publik karena saya merasa perlu untuk menjelaskan detail kejadian termasuk saya membantah apa yang disampaikan Briptu A baik di hadapan polisi ataupun media. Ini dimaksudkan agar tak terjadi kesalahpahaman,” imbuh wanita yang berprofesi sebagai model ini.

Pada kesempatan itu juga, Merissa yang didampingi tim kuasa hukumnya Advokad Benny Murdani SH MH menegaskan mobil CRV yang mengalami laka lantas tunggal tersebut adalah miliknya, bukan milik A termasuk dia sama sekali tak melihat A dikeroyok oleh dua temannya, R dan A yang justru mencoba untuk menyelamatkan dirinya dari ancaman A.

“Sekali lagi apa yang disampaikan A ke polisi itu tidak benar. Terutama pada saat kejadian dia mengatakan bahwa itu mobil dia, saya tegaskan itu bukan mobil dia tapi mobil saya, dan saya sendiri nyetir itu mulai dari Venus hingga ke hotel Classie dan saat keluar dari Classie di bawah todongan pistol. Kalaupun dikatakan saat itu dia dikeroyok saya tidak lihat termasuk ucapannya yang menyebut salah seorang teman saya mengatakan saya keluarga pimpinan tertinggi Polri (Kapolri,red) itu juga tidak pernah saya dengar,” tegas Merissa yang mengaku masih ingat betul detil kejadian naas yang dialaminya bersama Reni, temannya pada Kamis (30/8/18) dini hari lalu di Jl Bangau Kecamatan IT II tersebut.

Yang justru terjadi akibat kejadian ini selain mengalami luka dan trauma akibat laka lantas dirinya mengalami kerugian materil. Di samping mobilnya yang rusak berat dan kini harus masuk bengkel. Dia juga mesti menanggung biaya perbaikan beberapa warung milik warga di sekitar Jl Bangau yang hancur setelah ditabrak mobil yang dikendarai serta harus kehilangan perhiasan emas putih yang saat kejadian dikenakannya senilai Rp30 juta. “Saat kejadian saya tidak ngundang dia tiba-tiba saja ada di Venus. Dia sepertinya mengikuti saya karena sekitar tiga tahun lalu sebelum saya menikah kami sempat ada hubungan, tapi cuma dua bulan. Meski dia kerap menghubungi tapi tidak pernah saya gubris,” terang korban.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Benny Murdani SH MH menyampaikan kehadiran kliennya memenuhi panggilan penyidik Polsek IT II terkait laporan Briptu A yang melaporkan kedua teman kliennya atas tuduhan tindak pengeroyokan. Selain itu, pihaknya juga telah melaporkan Briptu A dalam dua perkara, pertama ke Propam Polda Sumsel atas dugaan arogansi aparat dengan menodongkan senpi.

Di samping itu juga, pihaknya juga melaporkan Briptu A atas dugaan tindak pengancaman dan penculikan terhadap kliennya ke Dirkrimum Polda Sumsel. Ditanyai terkait laporan balik Briptu A ke Polresta Palembang yang melaporkan  kakak kliennya, SS atas tuduhan membuat laporan palsu dan pencemaran nama baik ke Polresta Palembang, Benny mempersilahkan.

“Silahkan saja dia lapor tapi yang pasti dari keterangan saksi-saksi termasuk keterangan klien kita sebagai korban yang sangat yakin dia (Briptu A,red) telah melakukan tindakan yang menurut kami melanggar hukum. Bahkan, klien kami sempat lima hari menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat mengalami luka yang cukup serius pasca kecelakaan. Serta mengalami trauma psikis akibat mendapatkan pengancaman dengan todongan pistol dari dia,” tegas Benny.

Sementara itu, masih terkait kasus ini, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara,Sik,SH,MH memastikan hasil penyelidikan yang dilakukan terkait pernyataan Briptu A bahwa ada teman Merissa yang menyebutkan korban adalah keluarga Kapolri sampai saat ini belum dapat dibuktikan kebenarannya. “Saya tegaskan statemen itu tidak valid karena sampai saat ini tidak ada pihak terkait yang bisa dikonfirmasi prihal pernyataan tersebut, mohon kepada pihak yang terlibat dalam kasus ini untuk tidak mencatut nama petinggi Polri untuk kepentingan pribadi, terlebih apabila hal itu tidak bisa dipertanggungjawabkan,” imbuh Yon, kemarin.

Dan apabila nantinya pernyataan tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan karena telah merugikan institusi Polri pihak yang menyampaikan hal tersebut harus bersiap untuk dituntut balik. Disinggung soal penyelidikan kasus dugaan laporan palsu dan pencemaran nama baik yang dilakukan Briptu A ke Polresta Palembang, Yon menegaskan saat ini pihaknya tengah mengumpulkan bukti dan memintai keterangan saksi-saksi.

Sebelumnya, Briptu A (23) didampingi kuasa hukumya Rohman Hasyim,SH mendatangi SPKT Polresta Palembang pada Selasa (4/9/18) untuk melaporkan SS (30) yang tak lain adalah kakak kandung Merissa atas dugaan pelaporan palsu dan pencemaran nama baik.(vot)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here