Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Daerah Cegah Peredaran Senpira, Dandim OKI  Optimalkan Peran Babinsa

Cegah Peredaran Senpira, Dandim OKI  Optimalkan Peran Babinsa

Tanggal : Pukul :
161
0
Cegah Peredaran Senpira, Dandim OKI Optimalkan Peran Babinsa
Istimewa

Kayuagung, Detik Sumsel — Dandim 0402 OKI/OI Letkol Czi Zamroni S.Sos., menegaskan pihaknya lebih menekankan pada optimalisasi peran bintara pembina desa (Babinsa) tersebar diwilayah Kabupaten OKI. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah bahayanya peredaran dan penyalahgunaan senjata api rakitan (senpira).

“Peredaran senpira jelas sangat mengancam dan ini perlu ditanggulangi bersama-sama. Tentunya, peran babinsa lebih ditekankan. Mereka (babinsa) diberikan bekal pengetahuan dan teknis lainnya agar informasi yang diberikan sampai ke masyarakat,” kata Dandim 0402 OKI/OI Letkol Czi Zamroni S.Sos., disela-sela diskusi publik Forum Kajian Ilmiah Syarif Madani dengan mengambil tema peran aktif masyarakat dalam mencegah bahayanya peredaran dan penyalahgunaan senjata api rakitan di Kabupaten OKI, di Kayuagung, Selasa (26/2/2020).
Disamping permasalahan peredaran senpira, masih kata Dandim, pihaknya juga menekankan peran babinsa pada masalah peredaran narkoba, radikalisme dan pencegahan karhutla.
Tidak sampai disitu saja, lanjut Dandim, terobosan lain untuk meminimalisir hal tersebut melalui pembangunan fisik dan non fisik dilakukan secara masif seperti Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD).
Bahkan pihaknya siap apabila diminta pihak kecamatan jika ada program pembangunan yang menyentuh langsung ke masyarakat. Tentunya dengan melibatkan instansi terkait lainnya.
“Membuat senjata itu memang mudah, tapi hal itu dapat dilakukan oleh orang yang memiliki keterampilan khusus. Dalam aturannya, kita dilarang menggunakan senpi, kecuali orang yang benar-benar memiliki izin,” jelasnya.
Dandim berharap peredaran dan penyalahgunaan senpira di OKI dapat terkikis seiring dengan langkah aktif babinsa dalam upaya mencegah bahaya senpira.
Sementara itu, Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy, SH., S.Ik., M.Si., didampingi Kasat Reskrim Polres OKI AKP Agus Priahardinika, S.Ik menambahkan permasalahan peredaran dan penyalahgunaan senpira menjadi tanggungjawab bersama.
“Kami harap jangan ada lagi pembuatan senpira karena ini menyangkut nyawa. Marilah kita bahu membahu melakukan pencegahan. Tentunya saya lebih mengedepankan persuasif. Tapi tetap mengambil tindakan tegas bagi mereka yang tidak mau dibina,” kata Kapolres.
Kapolres menuturkan pihaknya membuka pintu seluas-luasnya jika ada masyarakat yang masih menyimpan senpira untuk segera diserahkan. Bahkan jika diserahkan secara sukarela, maka tidak akan dipidana.
Begitupun jika ada masyarakat yang mengetahui home industry, silakan menginfokan ke kepolisian.
Diketahui, setidaknya ada 4 tindak pelaku pembuat senpira yang ada di OKi diantaranya 3 pembuat ada di Desa Sungai Ceper dan satu di Pangkalan Lampam.
“Kita didesa ada babinkamtibmas yang tugasnya melakukan pencegahan peredaran senpira. Ayo semua elemen, baik tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, masyarakat dan lainnya untuk bersama melakukan pencegahan peredaran senpira,” tutur Kapolres.
Akademisi Uniski Tsabit Ali Haq, S.Pd. I., M.Pd. I menegaskan kepemilikan senpi itu legal formal. Sayangnya Undang-Undang kepemilikan senpi tidak direvisi.
“Banyaknya orang yang memiliki senpira karena senpira dianggap bukan barang yang mahal. Bahkan ada permainan bisnis mengenai izin sehingga surat gampang diberikan,”ucapnya.
Camat Mesuji Akhmar Junaidi, S.Sos., menambahkan dampak merebaknya peredaran senpira karena harganya yang lebih murah. Dampak yang ditimbulkan jika senjata dimiliki masyarakat dapat mengancam keamanan warga.
“Perlu disikapi seksama atas peredaran senpira. Pemerintah terus berupaya agar peredaran senpira dapat terkikis seiring dengan berjalannya waktu,”ucapnya.(Iyan)
Baca Juga :   Pengadilan Agama OKI Terima Lebih Seratus Berkas Gugatan Cerai Warga OI

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here