Beranda Refleksi Cara Aswari Menggali Aspirasi Masyarakat

Cara Aswari Menggali Aspirasi Masyarakat

Tanggal : Pukul :
447
0
Cara Aswari Menggali Aspirasi Masyarakat - Agus Wahid
Cara Aswari Menggali Aspirasi Masyarakat - Agus Wahid

TAK sedikit calon kepala daerah bahkan pemimpin nasional menyambangi pusat-pusat keramaian seperti pasar. Itulah strategi pencitraan dalam upaya membangun pengaruh positif terhadap sang kandidat. Sudah banyak dilakukan para kandidat, di dalam ataupun luar negeri. Itu pun dilakukan Aswari Riva`i selaku calon Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel). Seorang Aswari latah? Tidak.

Cara atau strategi bisa sama. Tapi, ruh dari tujuannya belum tentu sama. Dan memang, Aswari hadir ke tengah pasar dalam rangka menggali hal-hal yang lebih substantif. Melalui pasar, Aswari berdialog untuk mendapatkan gambaran obyektif tentang tingkat penawaran dan permintaan barang atau komoditas. Dari pasar, seorang Aswari melihat secara nyata bagaimana sesungguhnya kondisi ekonomi masyarakat terkait daya belinya. Bahkan, akan melihat juga posisi sosialnya, di samping posisi barang yang tergelar di tengah masyarakat.

Itulah strategi Aswari untuk melihat realitas peta sosial-ekonomi bahkan kondisi dunia pertanian yang ada di tengah Sumsel. Informasinya sungguh berharga sebagai masukan (input) dalam kaitan merumuskan kebijakan yang tepat kelak setelah mendapat amanah sebagai Gubernur. Dan akan menjadi masukan yang berharga pula ketika harus mendiskusikan masalah kepentingan rakyat Sumsel dengan wakilnya: Irwansyah.

Satu hal yang ada di depan mata, Aswari – setelah menyambangi pasar – tentu melihat bagaimana perkembangan harga akibat tingkat permintaan versus penawaran. Manakala terjadi perkembangan harga yang tidak wajar, Aswari sebagai lulusan studi ekonomi di Universitas Jayabaya itu pasti langsung melakukan gerakan sistimatis-solutif. Yaitu, ketersendatan pasokan barang (panawaran) yang harus dicari bagaimana mengisi tingkat pasokan yang seimbang. Jika memang sesungguhnya pasokan barang di lapangan cukup berlebih, maka Aswari pun langsung dapat mendeteksi di manakah kendala arus barang hingga ke pasar. Bisa jadi problem transportasi. Bisa juga karena terjadinya mavia penimbunan.

Baca Juga :   Sumpah Pemuda Kristalisasi Semangat Pemuda

Tentu, Aswari – setalah menjabat sebagai Gubernur – akan konsentrasi penuh untuk mengatasi kejahatan penimbunan itu. Langkah seperti operasi pasar pasti dilakukan secara terencana dan memaksimalkannya. Juga, dalam rangka mengefektifkan langkahnya, Aswari akan menggandeng aparat penegak hukum (kepolisian). Langkah ini – di satu sisi – merupakan upaya melindungi konsumen. Di sisi lain, juga menstabilkan pendapatan para pelaku pedagang. Jangan sampai pendapatan mereka terganggu akibat ulah nakal penimbun yang egois itu.

Sementara, jika kendalanya memang obyektif akibat krisis produksi karena hama atau faktor lainnya, maka Aswari pun bisa mencari kerangka solusi yang tepat dalam kaitan produksi itu. Intinya adalah menjaga sistem produksi agar pasokan barang (komoditas) tetap stabil, sehingga – sekali lagi – kepentingan konsumen terlindung. Dan kepentingan para pedagang juga terpelihara. Inilah konsep menjaga keseimbangan. Dan hal ini memang harus dilakukan seorang pemimpin. Itulah sikap empatif seorang Aswari dalam memahami kepentingan para pelaku ekonomi, juga kepentingan masyarakat konsumen.

Baca Juga :   Pendekar dan Penjaga Marwah Daerah

Yang lebih substantif lagi, dengan melihat langsung ke arena pasar, Aswari melihat perjuangan para pedagang yang memang begitu gigih dalam mengais rezeki Allah. Daya juang itu layak diapresiasi. Bentuknya jelas: ketika Aswari memimpin, tentu dia tak akan semena-mena terhadap kaum pedagang itu. Juga, akan terpanggil bagaimana meningkatkan fasilitas pasar yang sehat dan layak. Inilah cara Aswari “memanusiakan” para pelaku ekonomi.

Kini, seluruh pedagang di pasar bahkan masyarakat melihat arah dari Aswari yang menyambangi pusat kegiatan ekonomi. Dengan arah yang begitu mulia, maka Aswari memang layak dan harus diperjuangkan sebagai Gubernur Sumsel. Sungguh rugi jika memandang sebelah mata atas langkah mulia Aswari itu. Jangan salah pilih: pasangan No. Urut 2 for Sumsel Baru.

*Penulis analis sosial-ekonomi dari Cyber House Indonesia

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here