Beranda Daerah Belum Akreditasi, Penyebab BPJS Kesehatan Enggan Kerjasama dengan Tiga RSUD Ini

Belum Akreditasi, Penyebab BPJS Kesehatan Enggan Kerjasama dengan Tiga RSUD Ini

Tanggal : Pukul :
470
0
Rumah Sakit Umum Daerah Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim

Palembang, Detik Sumsel – Kepala BPJS Kesehatan cabang Prabumulih Yunita mengungkapkan penyebab BPJS Kesehatan Prabumulih belum bekerja sama dengan tiga RSUD yang ada di Kabupaten Muara Enim seperti RSUD Lubai Ulu, RSUD Gelumbang dan RSUD Semendo Darat.

“BPJS bukan tidak mau bekerja sama, apabila persyaratan untuk menjadi fasilitas Kesehatan dalam program JKN sudah terpenuhi dan adanya kebutuhan akan fasilitas Kesehatan di rumah sakit yang ingin bekerja sama,” katanya.

Menurutnya, kerjasama akan diproses melalui tahapan tahapan sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk tiga RSUD di Muara Enim tersebut belum memenuhi persyaratan salah satu syarat yaitu Akreditasi berdasarkan Permenkes 71 Tahun 2013. Diantaranya Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), Insinerator (pembakaran limbah padat) serta Oxygen Central yang belum berfungsi.

“RSUD Lubai Ulu, RSUD Gelumbang dan RSUD Semendo Darat belum ada akreditasi nya. Sedangkan untuk detail persyaratan administrasi lainnya yang belum terpenuhi sudah diinformasikan ke tiga RSUD tersebut,” bebernya.

Baca Juga :   Pemindahan Pedagang di PTM 2 Masih Belum Jelas

Sementara itu, Kepala dinas kesehatan Kabupaten Muara Enim Vivi Mariani mengatakan kerjasama dengan BPJS kesehatan RSUD Lubai Ulu, RSUD Gelumbang dan RSUD Semendo Darat sedang dalam pengurusan karena untuk spesialisnya baru Agustus ini masuk.

“Tiga dokter spesialis di RSUD Gelumbang, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis penyakit kandungan dan dokter spesialis anak semuanya kontrak terhitung 1 Agustus ini. Untuk tiga dokter spesialis di RSUD Lubai Ulu terhitung 1 September ini kontraknya,” ujarnya.

Disinggung belum berfungsinya Instalasi Pengelolaan Air Limbah, Insinerator (pembakaran limbah padat)
Oksigen central di tiga RSUD tersebut dirinya mengatakan oksigen central memang belum di fungsikan karena pasien rawat inap masih sedikit.

Kalau di operasionalkan pemborosan. Cukup dengan oksigen tabung sementara waktu. Dilihat dulu setelah dokter spesialis masuk kalau ada peningkatan pasien baru akan operasionalkan. Sedangkan untuk IPAL pihak RSUD lagi mencari teknisi yang akan melatih tenaga teknis untuk pengoperasionalannya dan dalam bulan ini mereka bisa datang.

Baca Juga :   Kelabui Petugas, Pengedar Narkoba ini Sembunyikan Sabu Dalam Nasi Bungkus

“Membangun rumah sakit bukan seperti membalikkan telapak tangan. Apalagi ini tiga rumah sakit sekaligus. Dananya juga berangsur angsur. Sesuai kemampuan daerah. Dokter dan dokter spesialis bukannya gampang di dapat. Dengan berbagai cara kami lakukan baru bisa dapat menempatkan dokter spesialis di 3 RSUD di Muara Enim,” Jelasnya.

Lebih lanjut Vivi mengatakan rumah sakit baru tidak perlu akreditasi, batasnya 2 tahun setelah kerjasama belum akreditasi baru diputus. RSUD di Muara Enim fisiknya baru selesai 2017. Itu pun kondisinya minimalis. 2018 mulai melengkapi sarana dan tenaga. “Sudah sangat luar biasa 3 RSUD di Muara Enim sudah bisa operasional seperti sekarang ini,” tandasnya. (oji)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here