Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Refleksi Bebaskan Indonesia dari PTM, GERMAS Terapkan Perilaku CERDIK

Bebaskan Indonesia dari PTM, GERMAS Terapkan Perilaku CERDIK

Tanggal : Pukul :
1294
0
Penulis: Elvira Vinky

Saat ini Indonesia tengah menghadapi triple burden of disease dimana terjadi transisi epidemiologi dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular, timbulnya penyakit infeksi, dan penyakit menular yang terus mewabah. Sebesar 70% kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular. PTM (Penyakit Tidak Menular) ialah penyakit kronis yang tidak dapat ditularkan dari orang ke orang.


Prevalensi PTM di Indonesia berdasarkan hasil Riskesdas 2018 menunjukkan peningkatan yang signifikan pada penyakit jantung (1.5%), kanker (1.8%), diabetes mellitus (2.0%), stroke (10.9%), hipertensi (8.4%), ginjal kronis (3.8%), asma (4.5%) dan obesitas (31.0%). Faktor risiko PTM ialah kurangnya aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol, diet yang tidak sehat dan faktor lain yang berhubungan dengan perilaku tidak sehat pada individu.

Pembiayaan penyakit tidak menular memakan biaya yang besar, sehingga sering disebut dengan pembiayaan penyakit katastropik. Pada era JKN saat ini tepatnya 2018 lalu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, Cut Putri Arianie menerangkan sebanyak 1.3 juta peserta JKN mendapatkan layanan yang maksimal untuk penyakit katastropik dimana menghabiskan biaya sebesar Rp20,4 triliun. Oleh karena itu pemerintah Indonesia menyarankan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menghimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk menerapkan perilaku CERDIK. CERDIK merupakan singkatan dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet yang sehat dan seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stres.

Masyarakat dihimbau untuk mengukur tekanan darah dan pemeriksaan kolesterol secara rutin (minimal setahun sekali). Khususnya wanita dengan usia 40 tahun keatas dihimbau untuk melakukan screening (deteksi dini) kanker payudara dan kanker serviks. Pada laki-laki screening diperlukan untuk mendeteksi kanker prostat pada usia 45 tahun keatas dan kanker paru-paru bagi perokok aktif.

Aktivitas fisik harus dilakukan setiap harinya minimal 30 menit di pagi atau sore hari. Aktivitas fisik yang baik harus dimulai dengan pemanasan agar tidak terjadi kram otot saat berolahraga dan diakhiri dengan peregangan atau pendinginan.

Konsumsi buah dan sayur juga diperlukan untuk menjaga kesehatan. Isi piring yang baik ialah makanan pokok (nasi) sebanyak 2/3 dari ½ piring, sayuran sebanyak 2/3 dari ½ piring, dan 1/3 dari ½ piring di isi lauk pauk serta buah-buahan sebanyak 1/3 dari ½ piring. Setiap harinya individu dianjurkan untuk minum air putih minimal 8 gelas/hari.

Istirahat yang cukup harus memenuhi syarat kuantitas dan kualitas. Syarat kuantitasnya yaitu tidur malam minimal 7 jam setiap hari. Sedangkan dari sisi kualitas ialah tidak sering terbangun saat tidur, merasa segar saat bangun di pagi hari dan dapat tidur dengan mudah setelah 30 menit berbaring.

Mengatasi stres demi tercapainya jiwa yang sehat sangat diperlukan untuk menunjang perilaku hidup sehat. Hal yang harus diperhatikan ialah melakukan kegiatan sesuai minat, bakat dan kemampuan sehingga tidak mengalami tekanan saat melakukannya, diskusikan masalah dengan orang terpercaya, berpikir positif, lakukan aktivitas fisik, selalu beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tenangkan pikiran dengan relaksasi.

Pemerintah berharap GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) mampu menekan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular atau bahkan menurunkan prevalensi penyakit tidak menular pada masyarakat.


Penulis: Elvira Vinky, Mahasiswi IKM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here