Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Muara Enim Aldi Gandir di Kebun Karet

Aldi Gandir di Kebun Karet

Tanggal : Pukul :
525
0
Caption foto : Aldi Suparman Bin Sawaludin (35), di temukan tewas dibelakang rumah, Kamis (20/12) dengan posisi leher terikat tali.

Muara Enim, Detik Sumsel- Warga Kampung IV Desa Paduraksa, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel), mendadak dibuat gempar oleh sesosok mayat Aldi Suparman Bin Sawaludin (35), di temukan tewas dibelakang rumah, Kamis (20/12) dengan posisi leher terikat tali.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono SH Sik MH melalui Kapolsek Tanjungagung, AKP Arif Mansyur SH Sik. membenarkan adanya temuan mayat seorang pria. Dalam posisi duduk didepan pohon karet dengan leher terikat tali, dugaan sementara korban meninggal akibat bunuh diri dengan cara gantung diri (gandir)

“Ya, TKP nya di Kebun karet milik saudaranya sendiri bernama Sarbalin, warga Kampung VI Desa Paduraksa, Kecamatan Tanjungagung, Kabupaten Muaraenim,” bebernya.

Sekitar pukul 01.00 WIB, istri korban terbangun dari tidur melihat korban sudah tidak ada ditempat tidur. Lalu istri korban mencari korban kekamar mandi dan mendapati pintu belakang rumah sudah dalam keadaan terbuka.

Istri korban menemukan ada banyak bercak darah di dapur dan teras belakang rumah, lalu istri korban berteriak meminta pertolongan kepada tetangga dan memberitahukan warga bahwa korban tidak ada dirumah dan terdapat bercak darah.

Merasa ada yang jangal, kemudian tetangga korban melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun (Kadus). Warga sempat melakukan pencarian, korban ditemukan di kebun karet milik saudaranya, Sarbalin yang terletak dibekang rumah korban dengan jarak sekitar 50 Meter.

Pada saat ditemukan, korban dengan posisi duduk didepan pohon karet dengan kondisi tubuh leher terikat tali, lidah menjulur, tangan mengepal, terdapat cairan bening keluar dari kemaluan, leher dalam keadaan luka dan mengelurkan darah.

“Dari tubuh korban terdapat tanda luka berdasarkan data hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Puskesmas setempat. Lidah korban menjulur dalam keadaan tergigit, dalam posisi tangan mengepal, terdapat cairan bening keluar dari kemaluan, ada luka sayat dileher dengan tali terjerat di leher,” ujar Kapolres.

Diduga korban melakukan bunuh diri dengan cara mengikat leher dengan menggunakan tali jemuran yang sebelumnya diambil korban dengan mengunakan pisau karter. Kemudian korban memotong tali jemuran untuk digunakan korban untuk menggantungkan diri ke pohon karet.

Berdasarkan keterangan dari istri korban dan warga sekitar, beberapa bulan terakhir memang korban sering melamun dan sudah berulang kali mencoba mengakhiri hidup dengan cara melukai diri sendiri.

Orang pertama yang menyaksikan korban tewas secara naas itu, Darmini, (32), Binti Superi, warga Kampung VI Desa Paduraksa, Kecamatan Tanjungagung Kabupaten Muaraenim. Alwin (43) Bin Sawaludin warga Desa setempat. Dan Hasanudin, (48), seorang tetangga korban.

Dari TKPK Pihak kepolisian mengamankan barang bukti ( BB) berupa satu bilah parang terdapat bercak darah diduga digunakan untuk memotong tali tambang. satu buah cuter terdapat bercak darah diduga digunakan untuk melukai leher korban. Tali tambang kecil berwarna kuning dengan panjang 2 meter.(ndi)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here