Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Sriwijaya FC Akhiri Tren Negatif, Sriwijaya FC Harus Tampil All Out

Akhiri Tren Negatif, Sriwijaya FC Harus Tampil All Out

Tanggal : Pukul :
2713
0
Foto ilustrasi Sriwijaya FC versus Persebaya, pertandingan pekan ke-22 Liga 1 2018. (Grafis: Ram/detiksumsel)
Foto ilustrasi Sriwijaya FC versus Persebaya, pertandingan pekan ke-22 Liga 1 2018. (Grafis: Ram/detiksumsel)

Palembang, Detik Sumsel-Pelatih Sriwijaya FC Subangkit meminta anak asuhnya tampil all out dan melupakan sejenak berbagai permasalahan internal yang terjadi di dalam tim, saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pertandingan pekan ke-22 kompetisi Liga 1 2018, Minggu (16/9) pukul 18.30 WIB di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang.

Menurut arsitek asal Pasuruan, Jawa Timur ini, hanya dengan cara itu Laskar Wong Kito dapat menampilkan performa terbaiknya, serta mengakhiri tren negatif pada tiga laga sebelumnya, demi meraih hasil maksimal dan mengamankan tiga poin di kandang sendri.

“Sebab dari segi materi pemain, kekuatan yang kita miliki saat ini masih bisa bersaing dengan tim peserta lainnya. Apalagi dengan Persebaya,”ungkapnya, pada sesi pre match confrence di Press Room Stadion GSJ, Sabtu (15/9) sore.

Pelatih Sriwijaya FC Subangkit didampingi Zalnando memberikan keterangan pers, jelang pertandingan pekan ke-22 Liga 1 2018 melawan Persebaya.
Pelatih Sriwijaya FC Subangkit didampingi Zalnando memberikan keterangan pers, jelang pertandingan pekan ke-22 Liga 1 2018 melawan Persebaya.

Cak Su menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukannya bersama jajaran asisten pelatih lainnya, dari empat pertandingan terakhir. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab utama merosotnya kualitas permainan SFC.

Baca Juga :   Redam Agresivitas Sang Mantan

Mulai dari minimnya jam terbang serta adaptasi sejumlah pemain yang sebelumnya sebagai pelapis dan saat ini menempati tim inti. Dengan penggawa tim lainnya yang menjadi penghuni tetap di starting line up, pada era kepelatihan Rahmad Darmawan di putaran pertama.

Karena tidak mudah untuk menyatukan chemistry diantara pemain dan butuh waktu. Sedangkan waktu persiapan yang dimilikinya sebagai juru taktik tim sangat pendek, itupun sudah ditunggu oleh jadwal pertandingan yang cukup padat.

“Mereka memang bukan pemain baru. Tapi pada putaran pertama lalu, 70 % pemain yang menempati tim inti saat ini, rata-rata tidak pernah mendapatkan kesempatan bermain secara reguler. Ini yang menjadi kesulitan saya,”terangnya.

Ditambah lagi berbagai permasalahan yang terjadi di dalam internal tim sebelum dirinya bergabung dan hingga saat ini belum sepenuhnya tuntas. Kondisi tersebut diakui eks pelatih Persiwa dan Mitra Kukar ini secara tidak langsung telah berdampak dan berpengaruh pada psikologis pemain.

Baca Juga :   Tertantang Bawa SFC Kembali ke Liga 1

“Situasi tersebut menyebabkan motivasi pemain dalam berlatih maupun bertanding ikut terganggu, sehingga membuat mereka tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya dilapangan. Jika sudah begini, maka kita hanya bisa berharap agar pemain segera melepaskan semua beban yang ada dan bermain dengan lepas,”harapnya.

Jika hal itu dilakukan pemain pada pertandingan melawan Persebaya nanti dan seterusnya, Subangkit optimistis Laskar Wong Kito akan kembali ke jalurnya. Serta mendapatkan kembali performa terbaiknya.

“Mengenai minimnya recovery usai perandingan terakhir, saya rasa tim lawan juga mengalaminya dan tidak bisa dijadikan sebagai alasan,”imbuhnya.

Bek sayap SFC Zalnando menambahkan, dirinya mewakili pemain menyatakan kesiapannya menghadapi pertandigan melawan Persebaya. Mereka juga bertekad untuk menampilkan performa yang terbaik, dari laga sebelumnya dan mempersembahkan kemenangan kepada pendukung seluruh tim.

“Kita harus menang, apalagi pertandingan besok akan digelar dikandang sendiri. Semua pemain dalam kondis siap 100 persen,”tegasnya. (Iyop)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here