Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Kesehatan Advokasi 250 Mitra Kerja, BKKBN Target Sukseskan Program KKBPK di Sumsel

Advokasi 250 Mitra Kerja, BKKBN Target Sukseskan Program KKBPK di Sumsel

Tanggal : Pukul :
364
0
Suasana kegiatan BKKBN Advokasi 250 mitra sosialisasi kependudukan (Maya/detiksumsel.com)

Palembang, Detik Sumsel – Sebanyak 250 orang peserta dari Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Banyuasin yang merupakan Mitra kerja Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumsel, mengikuti Advokasi dan Sosialisasi program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) .

Kegiatan penguatan kemitraan lintas sektor dan akselerasi program KKBPK yang dilaksanakan BKKBN Pusat tersebut bertempat di Hotel Aston Palembang, Selasa (18/11) dan dibuka langsung oleh Direktur Advokasi dan Kie BKKBN, Sugiyono.

Dalam sambutannya Sugiyono menyampaikan Pengendalian pendudukan menuju penduduk tumbuh seimbang (PTS), menjadi tantangan utama bangsa ini sepuluh tahun kedepan, pada tahun 2028 – 2030, Indonesia akan mengalami perubahan piramida kependudukan, pada struktur usia produktif mengalami jumlah yang sangat besar.

Upaya pertumbuhan penduduk ideal dapat diwujudkan apabila ditunjang dengan Program Keluarga Berencana (KB), Kesehatan Reproduksi (KR), dan Pembangunan Keluarga, serta adanya strategi Advokasi.

Implementasi dari seluruh kebijakan, program dan kegiatan advokasi, instrument sumber daya yang paling berpengaruhi yakni TP PKK, tenaga Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan/atau Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), dibantu secara sukarela oleh para kader-kader dan IMP yang ada serta mitra-mitra lintas sektor lainnya.

Dijelaskan Sugiyono, Advokasi menyangkut empat hal, yakni Penyadaran kepada pengambil kebijakan, pendataan yang tertib dan akurat, penghitungan yang rasional dan tindakan lanjut program. Sedangkan Kie adalah komunikasi yang menyangkut pada perubahan sikap dan perilaku masyarakat dari yg tidak tahu menjadi tahu dan tidak mau menjadi mau.

BKKBN mengurusi masyarakat mulai dari dalam kandungan sampai lansia. Untuk melaksanakan programnya, BKKBN tidak akan bisa bekerja sendiri namun dengan menjalin kerjasama dengan seluruh Mitra makan akan mudah menjalankan program tersebut.

Sebagai contoh kasus stunting, lanjut Sugiyono, Indonesia kalau mau sehat maka program PKK harus berjalan, karena PKK menjangkau seluruh lini masyarakat, oleh kerena itu program KKBPK sejalan dengan Program PKK, begitu juga pengawasan BKKBN bekerjasama dengan Babinsa se Indonesia. Sugiyono mengatakan, Kemitraan di Sumsel sangat hebat dan luar biasa sehingga keberhasilan kontinuitas program KKBPK dapat berhasil.

Sementara itu Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel H Mukminin mengatakan, Permasalahan yang dihadapi saat ini sangat komplek, diantaranya laju pertumbuhan pendudukan (LPP) dimana indikatornya pengendalian penduduk adalah Total Fertility Rate (TFR).

Sumsel sendiri sudah berhasil menurunkan TFR dari 2,8 menajdi 2,6 diharapkan pada 2025 TFR bisa terus diturunkan.

Namun selain itu, permasalahan penurunan angka spesifik fertility rate dan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang juga memerlukan perhatian dari BKKBN.
Mukminin mengharapkan jalinan kerja sama antara BKKBN dengan Mitra lintas sektor dapat semakin dipererat sehingga dapat mengakselerasi program KKBPK kedepan. (May)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here