Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Kriminal 8 Bulan Berlalu, Kasus TPPU Daniel Masih Jalan Ditempat

8 Bulan Berlalu, Kasus TPPU Daniel Masih Jalan Ditempat

Tanggal : Pukul :
2604
0
8 Bulan Berlalu, Kasus TPPU Daniel Masih Jalan Ditempat
Mantan Kapolda Sumsel yang kini Menjabat ketua KPK Irjenpol Firli saat menggelar kasus TPPU Daniel Saputra juli 2019 silam di halaman Mapolda Sumsel

Palembang, Detik Sumsel, – Meskipun ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) sejak Juli 2019 silam, berkas perkara narapidana kasus narkotika asal Aceh, Danil Saputra yang memiliki  Rp 8,4 Miliar aset kekayaan diduga hasil kejahatan tak kunjung rampung dan diduga jalan ditempat.

Itu terlihat dari 8 bulan yang lalu hingga saat ini masih sebatas Surat Pemberitahuan dimulainya Penyidikan (SPDP) pada kejaksaan Tinggi Sumsel, “Belum ada kita terima berkas, kita cuma terima SPDP saja, dan sifatnya kita hanya menunggu, “Jelas Amanda SH MH Kasi narkotika Kejati Sumsel yang tidak menjelaskan secara gamblang apakah sudah pernah mengirimkan p17 atau permintaan perkembangan hasil penyelidikan dan sudah sesuai Per-036/A1JAI09/2011 kejaksaan Agung bap V dari pasal 8 hingga pasal 14 tentang SOP Prapenuntutan.

Diketahui, Tersangka Daniel saat ini tengah mendekam di Lapas narkotika serong, ia ditetapkan tersangaka oleh Polda Sumsel pada juli 2019 silam atas kasus TPPU dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel saat itu yang kini menjabat sebagai Ketua KPK, Irjen Firli.
Aset senilai Rp 8,4 miliar itu didapat dari tiga provinsi yakni Aceh, Palembang dan Sumatera Utara. Dari total aset itu, polisi pun menyita uang tunai Rp 1,7 miliar.

Dari total Rp 8,4 miliar di antaranya ada uang tunai Rp 1,7 miliar. Sisanya berupa mobil, tanah, motor, rumah, dan ada juga tambak udang di Aceh.

Saat penetapan Danil sebagai tersangka, penyidik turut menggandeng PPATK dan perbankan, hal ini untuk menelusuri aset yang tersebar dan telah digunakan untuk mendirikan sebuah CV.

Sementara menurut Direktur Reserse Narkoba saat itu pada tahun 2019 lalu yang dijabat Kombespol Farman mengaku penetapan ini berawal dari penangkapan Danil di tahun 2015 lalu. Dia ditangkap kasus narkoba dan divonis 10 tahun.

Danil yang merupakan narapidana kasus narkoba kembali menjalankan bisnisnya di lapas. Bahkan Danil menjadi pengedar lintas provinsi dari dalam lapas yang kini memiliki aset miliaran dari bisnis barang haram.” Danil ini awalnya ditangkap tahun 2015 lalu dengan barang bukti 7 ons sabu dan divonis 10 tahun. Setelah di dalam lapas dia malah jadi pengedar dan melibatkan pegawai Lapas Merah Mata, ada barang bukti 2 ons kita amankan,” kata Farman.Setelah diusut, Danil ternyata sudah dari tahun 2016 lalu menjadi bandar di lapas.

Sebidang tambak udang dan perusahaan jenis CV kemudian didirikan dan dikelola keluarganya di Aceh dan Sumatera Utara, Tidak hanya itu, sekali transaksi, disebut Danil mampu memasok 5-10 Kg sabu ke Sumsel dan pulau Jawa.

Hasil kejahatan lalu dialihkan untuk modal bisnis hingga tambak udang.”Memang modusnya begitu, uang hasil penjualan narkoba ini dialihkan kepada keluarga atau lewat orang lain. Nanti ini dilanjutkan untuk modal, jelas ini murni pencucian uang dari hasil kejahatan,” katanya.

Berikut adalah aset yang disita polisi di kasus TPPU Danil:
– Uang Rp 1,6 miliar
– Uang Rp 100 juta
– 5 unit truk fuso
– 1 unit mobil sienta
– 1 unit mobil CRV
– 1 unit mobil X-Pander
– 3 unit sepeda motor
– 1 bangunan tanah dan tambak udang
– 1 bidang tanah dan CV Rizky Pratama
– 1 bidang tanah di Ogan Ilir
– 1 unit rumah mewah di Palembang
– 2 bidang tanah di Aceh.(vot)

Baca Juga :   Jadi Otak Pelaku Bobol Rumah Tetangga, Fredi Dkk Diciduk

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here