Beranda Kriminal 5 Tahun Buron, Oknum Kontraktor Atung Bungsu di Ringkus

5 Tahun Buron, Oknum Kontraktor Atung Bungsu di Ringkus

Tanggal : Pukul :
975
0
Wadir Reskrimsus Polda Sumsel AKBP Herwansyah Saidi
Wadir Reskrimsus Polda Sumsel AKBP Herwansyah Saidi

Palembang, Detik Sumsel,- Lima tahun menyandang status DPO, Teguh, kontraktor pelaksana proyek lapangan terbang (Lapter) Atung Bungsu Pagaralam yang bermasalah Akhirnya diringkus pihak krimsus Mapolda Sumsel bersama Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Teguh diringkus saat pulang dari ibadah haji, pada hari Senin (27/8). “Memang Tersangka ini sudah DPO sejak tahun 2013. Setelah melakukan penyelidikan mengenai keberadaannya, kami dan KPK langsung menangkapnya di bandara,” ujar Wadir Reskrimsus Polda Sumsel AKBP Herwansyah Saidi, Kamis (30/8).

Penangkapan Teguh dilakukan pada saat turun dari pesawat di bandara SMB II, Tanpa adanya perlawanan, Teguh pun dibawa ke Mapolda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kasusnya.

Teguh ditangkap petugas, setelah lima tahun menjadi buronan petugas atas kasus dugaan korupsi pembangunan lapangan terbang (Lapter) Atung Bungsu Pagaralam.
2 jalur Hotmix tahap III Kota Pagaralam tahun 2013.

Saat kasus ini mencuat, Tersangka Teguh sempat menghilang setelah sebelumnya diminta datang untuk diperiksa menjadi saksi dalam kasus yang merugikan keuangan negara senilai Rp 5 miliar. “Lantaran tak datang diperiksa, sehingga kami mengeluarkan surat DPO untuk yang bersangkutan. Saat diketahui yang bersangkutan pulang dari haji, kami bersama KPK langsung melakukan penangkapan,” terang Herwansyah.

Diketahui, Proyek pembangunan akses Bandara Athung Bungsu 2 jalur Hotmix tahap III Kota Pagaralam tahun 2013, dengan total anggaran Rp 23 miliar di mark up hingga negara mengalami kerugian senilai Rp 5 miliar. Teguh selaku kontraktor diduga kuat ikut berperan dalam mark up yang dilakukan bersama PPK yang berakibat mengalami kerugian negara.

Sementara itu Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara ketika dikonfirmasi mengatakan, terkait penangkapan terhadap Teguh itu bukan OTT yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Sumsel dan KPK. Melainkan penangkapan terhadap DPO dugaan kasus korupsi akses Bandara Athung Bungsu 2 jalur Hotmix tahap III Kota Pagaralam tahun 2013.

“Penangkapan dilakukan KPK dan penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel. Kami berkoodinasi dengan KPK karena KPK memiliki peralatan yang lebih canggih dibanding dengan Polda untuk melakukan pelacakan. Mengetahui tersangka baru pulang dari haji, makanya KPK dan penyidik langsung melakukan penangkapan bersama-sama,” ujarnya.

Juga diketahui dalam kasus dugaan korupsi pembangunan akses Bandara Athung Bungsu 2 jalur Hotmix tahap III Kota Pagaralam tahun 2013. Melibatkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Teddy Juniastanto yang sudah menjalani sidang dan divonis majelis hakim dengan hukuman 4,5 tahun penjara.

Teddy yang juga PNS ini bertindak sebagai PPK tidak melakukan pengawasan, pemeriksaan dan pengujian. Begitu pula saat proses pelelangan yang tidak sesuai prosedur, tetap dimenangkan. Sehingga, usai pengerjaan proyek dan dilakukan audit struktur, ditemukan banyak kekurangan pada volume dan aspek lainya.(vot)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here