Beranda Kriminal 23 Kali “Petik” Motor, Fikri Akhirnya Keok di Polsek Kemuning

23 Kali “Petik” Motor, Fikri Akhirnya Keok di Polsek Kemuning

Tanggal : Pukul :
1594
0

Palembang, Detik Sumsel — Sedikitnya ada dua puluh tiga kali aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan M Fikri (24), diantaranya kampus Universitas Islam Negeri Raden Fatah, kampus Unsri Bukit Besar dan kos – kosan diwilayah Jalan Dwikora Palembang.

Akibat ulah nya tersebut kini Fikri harus mempertanggug jawabkan perbuatan nya  tersebut setelah diringkus Unit Reskrim Polsek Kemuning bahkan Fikri dilumpuhkan dengan sebutir timah panas dikaki kanannya lantaran berusaha kabur saat akan ditangkap Rabu (5/9) dikediamannya dikawasan Mariana, Kabupaten Banyuasin.

Tidak hanya Fikri, Polisi juga menangkap Adi Saputra teman tersangka Fikri yang turut membantu menjual motor hasil curian.

Saat petugas mengintrogasi nya sementara tersangka Fikri mengakui bahwa sudah dua puluh tiga kali melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor. Bahkan tempat dan motor yang berhasil dicuri nya dijabarkan nya dihadapan petugas.

“Dikampus UIN 13 kali, di Unsri lima kali dan di rumah kos kawasan Dwikora lima kali,”katanya usai diberikan perawatan di UGD Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Rabu (5/9) sore.

Saat beraksi Fikri sengaja melakukan nya sendiri dirinya datang ke kampus – kampus yang jadi sasaran menaiki mobil Angkot dan berbekal kunci letter T yang sudah disiapkan nya.

beraksi di kampus perguruan tinggi, tersangka Fikri

“Motor yang saya dapat Adi yang menjual kan nya dikawasan Selapan dan Jalur. Kalau motor besar harga nya tiga juta setengah, kalau motor kecil harga nya dua juta,”ujar Fikri yang meringis kesakitan pada kaki kirinya.

Sementara itu, tersangka Adi mengakui, motor yang diberikan Fikri dijualkannya kepada SW yang tinggal di daerah Selapan OKI

Satu unit sepeda motor yang berhasil mendapatkan uang sekitar Rp500 ribu.

“Saya hanya bagian menjual saja, memang saya langsung yang antar motor curian itu ke pembelinya,” ujar Adi.

Kapolsek Kemuning Palembang AKP Robert P Sihombing mengatakan, tertangkapnya tersangka bermula ketika pihaknya menerima laporan korban yang ditindaklanjuti anggotanya dengan penyelidikan.

“Kami datangi TKP di Kampus UIN lalu memeriksa rekaman kamera CCTV yang berada di lokasi kejadian. Dari situlah anggota mengantongi identitas pelaku dan melakukan penangkapan,” katanya.

Dikatakannya, Fikri merupakan spesialis curanmor di sejumlah universitas dan rumah-rumah kos. Kedua tersangka juga diketahui Residivis dalam kasus Curat.

“Untuk mengetahui apakah ada TKP lain, kami akan terus kita kembangkan, karena tidak menutup kemungkinan ada TKP lainnya. Tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan di atas lima tahun penjara,” ujarnya.(oji)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here